Home / ACEH / Kawasan Ekosistem Leuser Terus Dibakar

Kawasan Ekosistem Leuser Terus Dibakar

Pembakaran lahan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) antara perbatasan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Senin (1/7/2019). (Foto: Munandar/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kerusakan yang terjadi di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) terus menerus terjadi tanpa henti. Meskipun area KEL termasuk kedalam kawasan yang dilindungi, namun tangan-tangan jahil tanpa henti terus saja merusaknya.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI No. 190/Kpts-II/2001, wilayah KEL tercatat memiliki luas 2.255.577 ha dan berada di 14 Kabupaten dan Kota yang ada di Aceh serta untuk Provinsi Sumatera Utara melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI No.10193/Kpts-II/2002, seluas 384.294 ha.

GIS Manager Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Agung Dwinurcahya beberapa waktu lalu menyebutkan, kerusakan hutan yang ada di dalam KEL sepanjang Januari hingga Juli 2018, sebesar 3.290 ha. Kerusakan paling parah terjadi di Nagan Raya, seluas 627 ha.

Baca Juga: Nasib Kawasan Ekosistem Leuser Kian Kritis

Teranyar, kerusakan KEL kembali terjadi antara perbatasan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya di Aceh, Senin (1/7/2019). Hal ini terjadi akibat kurangnya pengawasan dari pihak terkait sehingga berdampak pada terganggunya habitat satwa liar.

Imbasnya, konflik satwa dengan manusia tidak bisa dihindari. Satwa endemik yang ada di hutan Aceh, terutama di area KEL seperti Orangutan Sumatera, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera dan Badak Sumatera, silih berganti bergesekan dengan manusia.

Tak jarang, satwa-satwa itu ‘terpaksa’ turun ke pemukiman penduduk sehingga benturan konflik kerap terdengar dan tak jarang juga menimbulkan korban, baik itu dari manusia maupun dari satwa liar.

Baca Juga: [Foto] Detik-detik Gajah Sumatera Turun ke Pemukiman Penduduk

Padahal, terdapat sedikinya tiga aturan yang melarang warga untuk melakukan pembakaran lahan, yakni:

1. UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Pasal 78 ayat 3: Pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Pasal 78 ayat 4: Pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.

2. UU Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan.

Pasal 8 Ayat 1: Seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

3. UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pasal 108: Seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

Lihat Juga: Secercah Harapan untuk Salma

Menguak Kerusakan Suaka Margasatwa Rawa Singkil

Yuk, Jalan-jalan ke Kawasan Ekosistem Leuser Via Google Earth