Massa bermalam di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4/2019). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Seratusan massa demontrasi penolakan PT. EMM masih bertahan di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4/2019) dini hari.
Pantauan Klikkabar.com, Kamis (11/4/2019) pukul 03.00 WIB, massa terpencar di halaman kantor Gubernur Aceh. Di sana, mereka nampak membuat api unggun.
Mereka akan berada di kantor tersebut hingga besok pagi, rencananya massa akan kembali menggelar aksi besok harinya.
Aparat kepolisian dan Satpol PP juga terpantau masih bertahan mengawal massa. Bersama mereka, dua mobil water canon terparkir di dekat lobi kantor Gubernur Aceh.
Untuk diketahui, aksi demontrasi ini dalam rangka mendesak Plt Gubernur Aceh untuk mengeluarkan rekomendasi agar PT. EMM dicabut izinnya. Perusahaan itu dinilai telah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.
Aksi penolakan perusahaan tambang itu sudah dilakukan berkali-kali. Di antaranya, pada Jumat (5/4/2019), seratusan mahasiswa dari UIN Ar-Raniry telah melancarkan aksi di lokasi yang sama.
Kemudian, Selasa (9/4/2019), seribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh juga melakukan aksi yang sama. Aksi tersebut berlangsung ricuh, yang menyebabkan satu mahasiswa terluka, ratusan terkena gas air mata dan sejumlah fasilitas kantor Gubernur Aceh rusak.
Selanjutnya, pada Rabu (10/4/2019), massa datang dengan jumlah besar. Mereka mulai melancarakan aksi pada pukul 11.00 WIB, hingga jelang magrib. Mereka kecewa karena Plt Gubernur Aceh tak mau menemui massa.
“Plt Gubernur Aceh pecundang, dari pagi sampai sore kami menunggu kehadirannya, tetapi tidak digubris,” kata salah seorang pendemo dalam orasinya. []
Baca Juga: Massa Nilai Plt Gubernur Aceh Pecundang
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan