Home / ACEH / Bayi Tanpa Anus dan Bocor Jantung di Aceh Timur Butuh Bantuan

Bayi Tanpa Anus dan Bocor Jantung di Aceh Timur Butuh Bantuan

TKSK Idi Rayeuk, Rahmat Hidayat saat berbincang dengan Fitriani, ibunda Muhammad Imam Farisi. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Cuaca yang amat panas mengiringi perjalanan saat sepeda motor yang Klikkabar.com tumpangi bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Idi Rayeuk melaju ke arah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kuala Idi, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh, Rabu (10/4/2019).

Desa Blang Geulumpang adalah tujuan kami siang itu. Rahmat Hidayat, sang pekerja sosial yang menangani Penderita Masalah Sosial Kecamatan (PMKS) di Idi Rayeuk, menawarkan ajakan untuk menjenguk salah satu bayi yang lahir tanpa anus dan juga menderita bocor jantung di daerah itu.

Sebuah rumah sederhana, berbentuk semi permanen yang terletak tak jauh dari PPN Kuala Idi kami singgahi. Terlihat beberapa anak sedang bermain di halaman rumah. Salah seorang anak perempuan berusia sekitar 9 tahun, sedang menggendong bayi yang kondisi fisiknya (maaf_memprihatinkan).

Adalah Muhammad Imam Farisi, nama buah hati pasangan suami istri Lukman Hakim dan Fitriani. Imam, sapaan akrab bayi malang tersebut lahir pada 5 November 2018 lalu.

Kepada Klikkabar.com, Fitriani sang ibunda Imam mengaku tidak memiliki firasat apapun saat hamil tentang kondisi kesehatan yang diderita anaknya saat ini. Ia baru mengetahui hal tersebut setelah anak keempatnya itu lahir ke dunia.

“Setelah melahirkan, pada hari kedua dokter langsung menyarankan Imam untuk dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk operasi pembuatan lubang anus,” kisah Fitriani.

Proses operasi saat itu dikatakannya belangsung lancar. Tim medis di RSUZA berhasil membuat lubang anus berukuran kecil supaya proses pencernaan Imam tidak sampai terganggu.

Namun, cobaan kembali datang saat dokter melakukan pemeriksaan lanjutan, Imam divonis menderita bocor jantung. Namun, dokter belum bisa mengambil tindakan apapun karena usia Imam yang masih sangat muda.

“Dokter bilang, akan ada operasi lanjutan di bagian anus Imam dan kami harus membawa Imam ke Banda Aceh dalam waktu dekat dan sudah terjadwal,” ujar Fitriani.

Keluarga kurang mampu itu pun berharap ada dermawan yang mau membantu biaya pendampingan seperti transportasi, makanan, dan sebagainya. Sedangkan untuk berobat memang gratis, karena ditanggung BPJS Kesehatan.

“Suami saya tidak punya pekerjaan tetap, hanya bantu-bantu di TPI. Syukur ada rezeki untuk makan saja sudah lebih dari cukup,” timpalnya.

Bagi para dermawan yang berkeinginan memberikan donasi atau sedekah dapat menghubungi langsung TKSK Idi Rayeuk, Rahmat Hidayat di nomor 085260424723 karena orangtua Imam tidak memiliki handphone maupun buku rekening.

Baca Juga: 6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Rumah Layak Huni untuk Jarot, Pria Mualaf di Aceh Timur

PT EMM Keluar dari Beutong Ateuh