Home / ACEH / Warga Tolak Tambang Minyak Tradisional Ditutup

Warga Tolak Tambang Minyak Tradisional Ditutup

Seorang warga memperlihatkan botol berisi minyak yang diambil di penampungan pasca terjadinya ledakan sumur minyak di Ranto Peureulak, Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Ratusan masyarakat yang ada di area tambang minyak tradisional di Ranto Peureulak, Aceh Timur, meminta pemerintah supaya tidak menutup sumur yang selama ini mereka kelola.

Abdullah, warga Desa Pasir Putih misalnya, ia meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar tidak menutup tambang minyak tradisional yang selama ini menghidupi keluarga mereka.

Baca: 60 Korban Ledakan Sumur Minyak Dapat Santunan

Semburan Api Sumur Minyak di Aceh Timur Padam

“Kalau sampai di tutup masyarakat mau cari kerja dan cari makan kemana. Tambang dan sumur minyak ini jangan sampai ditutup. Biarkan kami bekerja seperti biasa,” pintanya.

Lain lagi Baharudin, warga Desa Bhom Lama yang anggotanya menjadi korban akibat ledakan yang terjadi pada Rabu (25/4) dinihari WIB kemarin.

Pihaknya selaku korban bahkan tidak menuntut apa-apa dari pemerintah terkait musibah yang baru saja merenggut 21 korban jiwa serta melukai 39 warga itu.

“Kami hanya meminta, biarkan kami bekerja untuk menghidupi istri dan anak-anak kami. Hanya ini yang kami punya, hanya ini yang bisa menghidupi keluarga kami,” harapnya.

Baca: Api Padam, Semburan Gas Meningkat

Pertemuan warga di area ledakan sumur minyak tradisional di Ranto Peureulak, Aceh Timur dengan Anggota DPRA Iskandar Usman Al Farlaky, Sabtu (28/4).

Sementara itu, Iskandar Usman Al Farlaky di hadapan ratusan massa mengakui, sebelumnya ia telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh saat siding paripurna beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) itu meminta solusi dan meminta supaya dilakukan pembinaan (skill) terhadap masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya melalui minyak yang melimpah di Ranto Peureulak.

“Kita akui ini masalah yang sangat vital karena menyangkut hajat orang banyak. Kita juga tidak bisa membiarkan ribuan masyarakat kelaparan akibat penutupan tambang minyak tradisional ini,” jelasnya.

Iskandar yang juga putra asli Ranto Peureulak itu menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera membentuk tim serta akan berkoordinasi dengan Pertamina dan PT Medco E&P Malaka.

“Semoga akan ada solusi dan jalan keluar dari semua msalah ini dan tambang minyak tradisonal ini kembali dibuka serta masayarakat bisa kembali bekerja tentunya dengan pengawasan penuh dari Pemerintah,” pungkas Iskandar Usman Al Farlaky.

Baca Juga: Korban Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Butuh Perhatian Ekstra

Pangdam akan Tindak Tegas TNI yang Terlibat Sumur Minyak Ilegal