Ustadz Muhammad Nasril, Lc. MA, pada acara dialog live di salah satu program televisi di Aceh, Sabtu, 31 Desember 2016.(Istimewa)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Malam pergantian tahun baru bukanlah hal yang istimewa, ia layaknya hari-hari biasa, dimana ada proses pergantian siang dan malam.
Demikian disampaikan Ustadz Muhammad Nasril, Lc. MA, pada acara dialog live di salah satu program televisi di Aceh, Sabtu, 31 Desember 2016.
“Besok akan memasuki Tahun baru, yaitu tahun 2017, semestinya kita tidak perlu merayakannya, apalagi sampai harus Bakar peasants, Khalas, kamar dan hal lainnya ” jelasnya.
Menurut Ustadz Nasril, Aceh memiliki peradaban dan budaya sendiri, sehingga sangat tidak pantas merayakan tahun baru tersebut.
“Ini bukan persoalan penggunaan kalender masehi atau bukan, tapi ini melihat dari sudut perayaan yang dilakukan oleh sebagian orang yang condong mengganggu orang lain,” ujarnya.
“Kenapa pergantian tahun baru masehi lebih popular dibandingkan hijriah? Ini tentu sangat tergantung siapa yang mempopulerkannya, hari ini mereka kompak untuk itu, sementara kita kadang lupa untuk mengingatkan generasi kita tentang tarikh khususnya tentang tahun hijriah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Nasril juga mengapresiasi kebijakan pemerintah di Aceh dengan mengeluarkan seruan tentang larangan perayaan tahun baru.
“Alhamdulillah sebagian Pemerintah di Aceh mengeluarkan seruan ttg larangan perayaan tahun baru ini, ini perlu kita apresiasi, setidaknya sudah ada Usaha untuk meminimalisir hal hal yang kurang baik. Larangan perayaan malam pergantian Tahun baru ini tidak Kaku, bukan berarti kita boleh melakukan apa apa, bukanlah demikian, akan tetapi kita tetap seperti hari hari biasa, silahkan keluar bersama keluarga untuk menikmati makan bersama dan lainnya, malam itu layak malam malam lainnya, tidak ada istimewa,” pungkasnya.[]
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan