Home / ACEH / BEM Unsyiah Tuntut Kepala Dinas Pendidikan Aceh Mundur

BEM Unsyiah Tuntut Kepala Dinas Pendidikan Aceh Mundur

Papan '1000 Tanda Tangan 4 Darjo' berisi dukungan mahasiswa Unsyiah berupa tanda tangan untuk menuntut Hasanuddin Darjo mundur sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

Papan ‘1000 Tanda Tangan 4 Darjo’ yang berisi dukungan mahasiswa Unsyiah berupa tanda tangan untuk menuntut Hasanuddin Darjo mundur sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mendesak Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Hasanuddin Darjo, mundur dari jabatannya. Desakan itu disampaikan melalui kampanye ‘1000 tanda tangan 4 Darjo’ yang berisi tuntutan mundur bagi kepala dinas tersebut.

Menteri Polhukam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, Fachra Muharyanda, mengatakan BEM Unsyiah sedang menggalang dukungan dari mahasiswa untuk menuntut Darjo mundur. Penggalangan dukungan itu dilakukan dengan membuat papan yang berisi tanda tangan mahasiswa untuk meminta Darjo meletakkan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

“Kami mendesak Pak Darjo mundur, menurut kami Pak Darjo sudah gagal memperbaiki pendidikan di Aceh,” kata Fachra.

Fachra menuturkan, papan ‘1000 Tanda Tangan 4 Darjo’ itu sudah berisi puluhan tanda tangan, baik dari pengurus BEM maupun mahasiswa. Papan itu akan terus dipajang dari Jumat sore, 15 Juli 2016, hingga Senin, 18 Juli 2016.

“Tanda tangan ini kita buka tadi siang, hingga sore ini sudah banyak yang tanda tangan baik itu dari pengurus BEM maupun mahasiswa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, desakan mahasiswa meminta Darjo dilakukan karena beberapa alasan. Di antaranya adalah terpuruknya pendidikan Aceh serta infrastruktur pendidikan di daerah pedalaman yang dianggap tidak merata dan memadai. Darjo selama ini dinilai tidak serius dalam membenahi pendidikan Aceh. Di samping itu, BEM juga menilai Darjo terlibat dalam politik praktis.

“Pokoknya kita mendesak Darjo mundur, kami kecewa terhadap terpuruknya pendidikan Aceh, sangat banyak sekolah di pedalaman yang masih butuh akan fasilitas yang memadai, tetapi pak Darjo lebih mementingkan proyek videotron yang akan dipasang di persimpangan jalan itu,” pungkasnya. []

REPORTER: MUHAMMAD FADHIL

Apa Komentar Anda?

komentar