Home / ACEH / Tiga Tahun Lagi, Perbankan di Aceh Harus Syariah

Tiga Tahun Lagi, Perbankan di Aceh Harus Syariah

Ilustrasi, sejumlah nasabah melakukan transaksi di Bank Mandiri Jakarta. | Foto: Republika

KLIKKABAR.COM, SABANG – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis menyebutkan bahwa dalam jangka waktu tiga tahun mendatang semua lembaga perbankan di provinsi tersebut wajib dikonversi menjadi lembaga keuangan syariah.

“Jadi Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang dikeluarkan di awal tahun 2019 itu menyebutkan bahwa semua lembaga keuangan syariah, semua lembaga keuangan harus beroperasi secara syariah, dan berlaku full setelah tiga tahun,” kata Zainal Arifin dalam kegiatan Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Sabang.

Kegiatan yang diikuti puluhan wartawan lintas media wilayah liputan Provinsi Aceh itu berlangsung sejak 3 September sampai 5 September 2019.

Dalam paparannya, Zainal menyebut selama ini masyarakat Aceh masih memiliki pandangan bahwa perbankan syariah dan perbankan konvensional tak jauh berbeda. Hal itu terjadi karena dinilai mekanisme pembiyaan sama dengan kredit, hanya akadnya saja yang beda.

Kata Zainal, proses penyempurnaan perbankan dari konvensional menjadi syariah butuh waktu kurang lebih tiga tahun. Ia yakin, dalam jangka waktu itu semua lembaga keuangan di Aceh berubah menjadi syariah yang sempurna.

“Ini butuh proses, saat ini belum optimal, berdasarkan data dan informasi diperoleh, khusus perbankan kami lihat bank-bank sudah memperispakan dengan baik, sebagian bank-bank sudah mengkonvensikan, sebagian cabang-cabang di antaranya BRI, BNI dan bank swasta lainnya,” kata Zainal.

Selain Zainal Arifin, kegiatan ini juga diisi oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA, Redaktur Senior Republika, Agung P Vazza dan sejumlah pemateri lainnya. []

MUHAMMAD FADHIL