Ilustrasi, Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) dan para pawang (Mahout) yang ada di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi Aceh Timur, Provinsi Aceh. (Zamzami Ali/Klikkabar.com)
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Candi Borobudur di Magelang, Provinsi Jawa Tengah, bisa menikmati paket safari gajah atau paket gajah tunggang dengan nominal rupiah yang bervariasi.
Mulai dari berpose bersama gajah, memberi makanan hingga menaiki gajah berkelililing akan bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke Borobudur, yang saat ini dikelola oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Namun, ‘paket wisata’ naik gajah ini mendapat kritik dan kecaman. Sebuah petisi muncul dan menginginkan agar wisata naik gajah tersebut dihentikan oleh pihak pengelola karena dianggap sebuah kekejaman.
Melanie Subono, sang penggagas petisi mengaku, Jakarta Animal Aid Networks (JAAN) dan Animal Friends Jogja (AFJ) sudah berkali-kali mengirim surat ke manajemen (pihak pengelola), namun belum ada respon sampai sekarang.
Gajah yang dijadikan tunggangan dikatakannya mengalami sejumlah kekerasan baik fisik maupun psikis mulai dari dipisahkan dari habitat alami dan saudara saudaranya.
Lihat Juga: [Foto] Refleksi Tsunami Aceh, Dulu dan Sekarang
Tiga Harimau Sumatera Hadang Mobil Warga di Aceh
[Foto] Detik-detik Gajah Sumatera Turun ke Pemukiman Penduduk
Seringkali, pemisahan itu juga melibatkan penangkapan ilegal dan pembunuhan induk gajah yang berusaha melindungi anaknya.
Teorinya adalah biar binatang nurut, mereka harus ‘takut’ pada manusia. Proses paling umum adalah dengan mengikat gajah muda dan dipukuli berkali kali oleh kelompok penangkap nya sampai ‘spirit’ mereka patah.
“Mulai dari pelatihan, sampai dipaksa bekerja sebagai hewan tunggangan. Dan karena Gajah punya Ingatan kuat, maka akan melekatlah seumur hidup mereka ‘ketakutan’ mereka pada manusia yang jadi majikannya,” bunyi pernyataan petisi.
“Ditunggangi juga bukan perilaku alami dan pemberian beban di punggung gajah akan merusak jaringan bahkan merusak tulang punggung gajah secara permanen. Jadi, mana prinsip animal welfare (kesejahteraan hewan) yang dianut Indonesia,” sambung pernyataan tersebut.
Menurut pantauan Klikkabar.com, hingga berita ini diturunkan sebanyak 17.988 orang menandatangani petisi tersebut. Klik tautan ini untuk bergabung.
Baca Juga: Nasib Kawasan Ekosistem Leuser Kian Kritis
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan
