Home / BERITA TERBARU / Kisah Dramatis Nelayan yang Selamat di Perairan Anak Krakatau

Kisah Dramatis Nelayan yang Selamat di Perairan Anak Krakatau

Anggota TNI AL saat mengevakuasi Ari Agus di Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Minggu (30/12). Ari Agus adalah korban tsunami Selat Sunda yang ditemukan terdampar selama 7 hari di Pulau Panjang. (Azwar Ipank/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Rigel 933 pada Minggu (30/12/2018) berhasil mengevakuasi salah satu korban tsunami Selat Sunda yang berhasil selamat.

Kisah yang menimpa pria yang memiliki nama lengkap Ari Agus Arman Harianto itu begitu dramatis dan penuh dengan kuasa Tuhan. Betapa tidak, Agus bertahan hidup selama kurang lebih 7 hari di Pulau Panjang yang letaknya bersebelahan dengan Gunung Anak Krakatau, setelah selamat dari musibah tsunami yang menelan 431 korban jiwa itu.

Baca: Pria Ini Selamat Usai Terapung 7 Hari di Selat Sunda

Kepada Klikkabar.com, Agus menceritakan sedikit kisah menegangkan yang hampir merenggut nyawanya. Saat kejadian, pria berusia 24 tahun itu sedang memancing ikan bersama 11 rekannya di perairan Gunung Anak Krakatau.

“Saat gunung erupsi, saya dan kawan-kawan terpental akibat hempasan air laut, begitu juga dengan perahu kami,” kata Agus saat tiba di Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten.

Agus yang berasal dari Lampung Selatan itu kemudian berenang dengan tenaga yang tersisa hingga akhirnya terdampar di Pulau Panjang. Selama disana, Agus bertahan hidup dengan memakan apa saja yang dibawa arus ke pinggir pantai, termasuk daun-daunan.

Ia kemudian ditemukan oleh TNI AL dari KRI Rigel 933 yang sedang melakukan penyisiran. Saat dihampiri oleh petugas, kondisi Agus tampak sangat memprihatinkan.

Sementara itu terkait kondisi ke 11 rekannya, Agus sama sekali tidak mengetahui nasib dan keberadaan mereka. Namun, 2 diantaranya diyakini sudah meninggal dunia.

“Saya lihat, ada 2 orang yang ikut tenggelam bersama material gunung. Mungkin mereka sudah meninggal, sementara yang lainnya saya tidak tau,” beber Agus.

Baca Juga: [Foto] Refleksi Tsunami Aceh, Dulu dan Sekarang

Tak Ada Peringatan Dini Saat Tsunami Selat Sunda

Alat Pendeteksi Tsunami Indonesia Tak Berfungsi Sejak 2012