Home / BERITA TERBARU / Giliran Dirut PLN Diperiksa KPK

Giliran Dirut PLN Diperiksa KPK

Gedung KPK (Foto: internet)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA-Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT PLN akhirnya memenuhi panggilan KPK, Sofyan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham mantan Menteri Sosial RI dalan kasus dugaan suap PLTU Riau-I, Jumat 28 September 2018 di Kuningan, Jaksel.

Sofyan menyebutkan, tidak ada pembahasan gratifikasi atau pembagian fee saat pertemuan dikantornya dengan tersangka Eni Maulani Saragih dalam

“Itu di kantor. Nggak ada (bahas fee),” ujar Sofyan.

Pihak KPK telah menyita uang sebesar Rp 500 juta yang diduga merupakan pemberian keempat kepada Eni dari Johannes B Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Pemberian pertama diiduga pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut melalui staf dan keluarga Eni dengan total penerimaan fee sebanyak Rp 4.5 Milyar.

Setelah melakukan pengembangan, KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji USD 1,5 juta terkait proyek tersebut.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan suap PLTU-I Eni Maulani Saragih, bercerita tentang pertemuannya dengan Dirut Pertamina Nicke Widyawati.

“Kalau saya kan memang kenal karena mereka mitra saya. Pak Sofyan (Dirut PLN Sofyan Basir), Ibu Nicke. Paling gak kita¬†sering bertemu. Seperti yang sudah saya jelaskan di penyidik. Bahwa ada pertemuan dengan Bu Nicke, Pak Sofyan, dan sebagainya,” kata Eni.