Home / ACEH / Pejuang Kota Meulaboh Minta Jokowi Cabut Jeda DOB

Pejuang Kota Meulaboh Minta Jokowi Cabut Jeda DOB

Foto: Istimewa.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Pejuang Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kota Meulaboh bersama 173 CDOB yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nasional Calon Daerah Otonomi Baru (Forkonas-CDOB) melakukan aksi damai di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Massa bergerak dari Senayan menuju ke IstIstaNegara setelah melakukan audiensi dengan Komite I DPD RI dan mereka menuntut Presiden Jokowi mencabut moratorium pemekaran daerah.

Sebelumnya telah dilakukan upaya soft power terhadap pemerintah maupun legislatif dan kini telah melakukan hard power dengan bentuk aksi ke Istana.

Aktivis Pemekaran Kota Meulaboh, Aduwina Pakeh, M.Sc yang juga dosen Universitas Teuku Umar Meulaboh mengatakan, setiap CDOB mengirimkan delegasi minimal 50 orang dari 173 CDOB.

Aduwina menjelaskan, perjuangan Meulaboh sebagai sebuah kota yang otonom sudah lama dan telah melengkapi semua syarat administrasi serta mendapat dukungan publik yang maksimal.

“Kini saatnya pejuang Kota Meulaboh dengan serius mengawal sampai lahirnya DOB Kota Meulaboh, kami mohon doa dan dukungan masyarakat Kota Meulaboh agar Presiden segera mencabut moratorium tersebut,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Presidium CDOB Kota Meulaboh, Meurah Ali menyesalkan sikap Pemerintah dan DPR RI yang secara sengaja melakukan pelanggaran konstitusi dengan tidak melaksanakan amanat UU Nomor 23 tahun 2014 pasal 410 “Peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini (UU Nomor 23 tahun 2014) harus ditetapkan paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak Undang-Undang ini ditetapkan.

“Kita mendesak Pemerintah untuk segera mencabut Moratorium Pemekaran Daerah sebagai wujud kepatuhan terhadap amanat UU Nomor 23 tahun 2014 dan menuntut DPR RI dan DPD RI agar segera mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Penataan Daerah dan Peraturan Pemerintah tentang Desain Besar Penataan Daerah sampai Oktober 2018,” jelasnya.

Sementara itu, usai aksi pejuang pemekaran berjanji akan mendatangi istana dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidal dipenuhi.