Home / ACEH / Hukum Pancung di Aceh Masih Sebatas Wacana

Hukum Pancung di Aceh Masih Sebatas Wacana

Foto: Ilustrasi. (DPA/A. Abdullah)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Wacana untuk memberlakukan hukum Qisas atau hukum pancung membuat publik heboh dalam beberapa hari terakhir.

Tidak hanya berdatangan dari Aceh, isu tersebut juga menuai respon dari beberapa pihak baik dalam maupun luar negeri.

Bahkan, isu tersebut menjadi santapan beberapa media nasional dan internasional dan menjadikannya sebagai hot issue. Hukum Qisas mencuat akan diterapkan di Aceh untuk menekan angka kriminalitas seperti pembunuhan.

Namun, hal tersebut mendapat dibantah secara tegas oleh Kabid Bina Hukum Syariat Islam dan HAM Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Syukri Yusuf, MA. Dalam pemberitaan yang beredar selama ini, beliau diketahui merupakan narasumber tunggal atau muasal wacana tersebut mengemuka.

“Perlu saya tegaskan di sini, saya tidak pernah menyatakan Aceh akan berlakukan hukum pancung, yang saya sampaikan beberapa waktu lalu adalah wacana untuk melakukan penelitian terlebih dahulu untuk melihat tanggapan masyarakat Aceh jika hukum Qishas mau diberlakukan. Itu sangat normatif,” kata Dr. Syukri Yusuf, MA, kepada Klikkabar.com, Jumat, 16 Maret 2018.

Ia juga menjelaskan, penyampaian wacana tersebut sejatinya sebagai pendapat pribadi dalam hal ini sebagai akademisi dan sama sekali tidak melibatkan Pemerintah Aceh karena program tersebut sama sekali belum masuk ke dalam program Pemerintah Aceh.

Dr. Syukri juga menyayangkan pemberitaan yang beredar dalam beberapa hari terakhir karena menyudutkan dirinya dan Pemerintah Aceh. Oleh sebab itu, ia perlu meluruskan dan mengklarifikasi masalah tersebut supaya tidak menjadi bola panas di kalangan masayarakat.

“Pernyataan yang saya keluarkan itu murni pendapat pribadi, bukan mengatasnamakan Pemerintah Aceh. Maka, hal ini perlu saya klarifikasi karena sama sekali tidak benar seperti yang beredar selama ini,” demikian pungkas Dr. Syukri Yusuf, MA.

ZAMZAMI ALI