Ilustrasi, Forum Orangutan Aceh (FORA) menggelar aksi kampanye menolak rencana rezonasi inti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kappi. Aksi ini berlangsung pada Senin 30 Januari 2017 di Bundaran Simpang Muhammad Jam, Banda Aceh. (Athaillah/Klikkabar)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 12 mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Aceh dan Sumatera Utara mendapatkan beasiswa “Peduli Orangutan” Tahun 2017 yang diberikan oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL –OIC) bekerjasama dengan Orangutan Republic Foundation (OURF) di Hotel 61, Banda Aceh, pada Selasa 30 Mei 2017.
Beasiswa tersebut diberikan langsung oleh Presiden Orangutan Republic Foundation, Gary Shapiro, PhD dan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Leuser dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh.
Ke-12 mahasiswa tersebut yaitu Taufiq Nurcholisudin, Ninda Rizki (Prodi Biologi UIN Ar-Raniry), Agustina, Cut Raudhatul Jannah (Kedoktoran Hewan Unsyiah), Taupan Juwana, Muhamad Rizal (Kehutanan STIK Pante Kulu), Dameria Agustina Pohan MIPA, Elmida Hasibuan MIPA, Indah Apria Situngkir MIPA (Prodi Biologi Unimed), Fran Jaya MIPA, M Ariefatullah Syarifuddin MIPA (Prodi Biologi USU) dam Aswin Sahari (Kehutanan USU).
Direktur YOSL-OIC, Panut Hadisiswoyo dalam keterangan tertulis yang diterima Klikkabar.com menyebutkan, sejak tahun sejak tahun 2006, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL –OIC) bekerjasama dengan Orangutan Republic Foundation (OURF) telah memberikan beasiswa yang serupa.
Tahun ini, beasiswa “Peduli Orangutan” kembali diberikan kepada 12 mahasiswa S-1 dari universitas yang telah menjalin kerjasama dengan YOSL-OIC.
Universitas yang dimaksud adalah Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK) Pante Kulu, Universitas Sumatra Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), dan Universitas Medan Area (UMA).
“YOSL-OIC dan OURF memberikan beasiswa tersebut dengan tujuan untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan berkomitmen pada keberadaan juga pelestarian orangutan Sumatra (Pongo abelii) yang mulai terancam punah,” kata Panut.
OURF adalah lembaga nirlaba asal California, Amerika Serikat, merupakan sponsor penuh beasiswa unik ini. Gary Shapiro,PhD, Presiden dari OURF mengatakan bahwa OURF telah menjadi sponsor program beasiswa ini selama duabelas tahun, dan akan terus mendukung program beasiswa ini tetap ada.
“Sebanyak 105 mahasiswa yang telah menerima beasiswa tersebut sejak tahun 2006 hingga 2017, dan 67 diantaranya sudah menyelesaikan pendidikan S-1 mereka dan bekerja di beberapa lembaga nirlaba yang bergerak di pelestarian orangutan dan lingkungan di Sumatra Utara dan Aceh,” tambah Gary.
Beasiswa Peduli Orangutan membiayai SPP selama max. 4 tahun, biaya penelitian dan penulisan skripsi, atau biaya koas/magang bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan. Beasiswa ini hanya terbuka bagi mahasiswa tahun I, II, dan III jurusan Biologi, Kehutanan, dan Kedokteran Hewan dan memiliki IPK minimal 2,75. Pendaftaran dibuka pada bulan Maret setiap tahunnya, dan akan diumumkan di universitas-universitas yang disebut diatas.
Informasi detil juga akan dipublikasikan di website dan fan page YOSL-OIC (Facebook dan Twitter).
Beasiswa ini juga dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dan Aceh.[]
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
