Manager Forum Konservasi Leuser (FKL), Rudi Putra. (Zamzami Ali/Klikkabar).
KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Forum Konservasi Leuser (FKL) mengapresiasi dan mendukung langkah serta program yang diwacanakan oleh IDH, salah satu NGO asing asal Belanda, yang berkeinginan memajukan pertanian dan perkebunan di wilayah Kabupaten Aceh Timur.
BACA: Bupati Rocky Tandatangani MoU Pelestarian Lingkungan
Hal tersebut diutarakan oleh Manager FKL, Rudi Putra kepada Klikkabar.com, Minggu, 21 Mei 2017. Sekedar diketahui, FKL merupakan salah satu lembaga yang berkonsentrasi dalam penyelamatan satwa liar dan habitatnya di Aceh.
Sebelumnya, NGO IDH (The Sustainable Trade Initiative), menawarkan kerjasama kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk mengembangkan serta mengimplementasikan perencanaan tumbuhan hijau dengan beberapa komoditas unggulan seperti kopi, coklat dan kelapa sawit.
Yayasan atau lembaga donor asal Belanda yang memiliki kantor cabang di Jakarta ini aktif bergerak di bidang peningkatan produktivitas dan kelestarian alam dengan kombinasi perlindungan (produksi – proteksi).
BACA: Investor Belanda Siap Majukan Pertanian dan Perkebunan Aceh Timur
“Forum Konservasi Leuser sangat mendukung wacana IDH untuk membantu pemerintah dan masyarakat Aceh Timur dalam memajukan bidang pertanian dan perkebunan dengan tetap menjaga kelestarian alam serta lingkungan,” ujar Rudi Putra.
Lebih lanjut, putra asli Aceh Tamiang yang juga ahli Biologi itu ikut menyinggung betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan di Kabupaten Aceh Timur sebagai salah satu wilayah yang memiliki hutan terluas dan terbaik di Aceh serta mengingat betapa pentingnya menggalakkan penghijauan dan pelestarian wilayah Aceh Timur yang bersinggungan langsung dengan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
Rudi Putra yang pernah mendapatkan penghargaan dari Goldman Environmental Prize, dalam usahanya memerangi pembalakan liar dan perambahan hutan itu juga berharap supaya lembaga IDH mampu menjaga keseimbangan lingkungan dengan selalu mengutamakan kelestarian dan keasrian hutan sebagai paru-paru dan sumber air dunia.
“Mudah-mudahan IDH segera menjalankan programnya, demi memajukan pertanian dan perkebunan di Aceh Timur dengan tetap memandang hutan sebagai salah satu aset terpenting bagi keberlangsungan dunia,” ujar Rudi Putra.[]
REPORTER : ZAMZAMI ALI
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan