Home / ACEH / Wagub Aceh: Pidie Dikenal Sebagai WIlayah Berpengaruh di Aceh

Wagub Aceh: Pidie Dikenal Sebagai WIlayah Berpengaruh di Aceh

KLIKKABAR.COM, PIDIE- Pemerintah Kabupaten Pidie menggelar acara buka puasa bersama serta menyantuni anak yatim bersama Wakil Gubernur Aceh Ir.Nova Iriansyah Nurdin, kegiatan berlangsung di Pendopo Bupati Pidie, Rabu 30 Mei 2018.

Sementara itu, wakil Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah Nurdin dalam sambutannya menyebutkan, secara historis, Pidie dikenal sebagai wilayah yang cukup berpengaruh di Aceh, selain karena letaknya yang strategis, juga sebagai tempat kelahiran sejumlah tokoh besar dan ulama terpandang Aceh, katanya.

“Daerah ini memiliki topografi unik, karena memiliki tiga wilayah sekaligus, yaitu wilayah pantai, wilayah dataran rendah dan wilayah dataran tinggi. Tidak heran jika sumber daya alam wilayah ini sangat beragam, mulai dari hasil pertanian dan perkebunan, pertambangan, perikanan,” ujar Nova dihadapan tamu yang hadir dalam acara tersebut.

Lebih lanjut kata dia, Wilayah ini (Pidie-red) juga memiliki areal hutan yang lebat sebagai kawasan konservasi yang sangat menjanjikan. Namun kita tidak bisa menampik kalau kehidupan
masyarakat Pidie masih belum bisa dikatakan sejahtera,” lanjutnya.

Data yang dirilis BPS Aceh pada Agustus tahun lalu menyebutkan, Kabupaten Pidie termasuk dalam kategori empat
besar wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Aceh, yakni sebesar 21 persen. Realitas ini tentu tidak sebanding dengan nama besar wilayah ini.

” Hal ini merupakan tantangan
besar yang harus kita tangani bersama-sama melalui berbagai program yang efektif dan tepat demi membawa perubahan bagi pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Abu Syik dan Saudara Fadlullah, kita percaya, Pemerintah Kabupaten Pidie telah
menyiapkan berbagai langkah strategis dalam melakukan perubahan di wilayah ini. Agar program itu berjalan sukses,
dukungan bagi Pemerintah Pidie perlu kita perkuat sehingga program yang telah disiapkan mampu memberi daya ungkit lebih besar bagi pembangunan daerah,” sambungnya.

Wakil Gubernur Aceh menyebutkan, salah satu dukungan yang sangat dibutuhkan itu adalah dari kalangan ulama. Hal ini wajar, sebab kita tahu bersama, di Aceh ini, khususnya di Pidie peran ulama begitu kuat dalam mempengaruhi berbagai kebijakan publik. Ulama tidak hanya berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan keagamaan, tapi juga kerap tampil sebagai pemimpin dalam gerakan masyarakat, tandasnya.

“Dengan posisi itu, ulama sangat diharapkan berperan dalam mengatasi berbagai persoalan sosial masyarakat, sehingga program-program yang disiapkan Pemerintah Pidie berjalan dengan baik. Saya sengaja mengangkat kembali masalah kerjasama antara ulama dan umara ini, mengingat persoalan sosial yang kita hadapi di Aceh masih sangat berat. Kita tidak hanya berkutat dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, tapi kita juga harus mampu meredam berbagai potensi konflik yang disebabkan perbedaan
pendapat. Untuk mengatasi masalah ini, ulama dan umara harus dapat membangun kerjasama yang harmonis,” ungkapnya.

Jika ulama dan umara bergandengan tangan mengatasi masalah di daerah ini, menurut Nova, berbagai tantangan
akan dapat di atasi bersama, tutupnya.