Home / BERITA TERBARU / Garuda ‘Sisir’ Ulang 20 Rute yang Bikin Rugi

Garuda ‘Sisir’ Ulang 20 Rute yang Bikin Rugi

Garuda Indonesia | Foto: JPNN

KLIKKABAR.COM, JAKARTA- Maskapai Garuda Indonesia akan kembali mengkaji 10 sampai 20 rute yang dinilai merugikan, untuk memperbaiki keuangan perusahaan yang pada Kuartal I 2017 mengalami kerugian hingga USD99,1 juta.

“Rute-rute mana saja ini cukup banyak, kalau kita list ada 10 sampai 20 rute yang akan kitareview (kaji ulang), jangan sampai rute-rute ini merugikan kita,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Persero (Tbk) Pahala Nugraha Mansury di Jakarta, Sabtu 29 April 2017.

Pahala menuturkan rute-rute yang diperkirakan tidak lagi dioperasikan, yaitu yang tingkat keterisiannya rendah.

“Rute domestik kita lebih banyak, paling tidak kita pilih ada 10 rute yang load factor-nya di bawah 10% dan lima rute internasional yangyield-nya di bawah 70%,” katanya.

Langkah yang dilakukan, di antaranya mengubah rute, menaikkan harga tiket dan mensinergikan dengan anak perusahaan, yaitu Citilink Indonesia.

“Paling enggak rute-rute memang harus lakukan berbagai macam cara, kalau enggak naikkan harga, scheduling di Soetta, rotasi pesawat, mungkin dalam satu atau dua Minggu akan lebih meningkat,” katanya.

Maskapai Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar USD99 juta dalam Kuartal I 2017 atau anjlok 11,969% dari periode sama 2016.

Kerugian tersebut disebabkan sejumlah faktor, di antaranya biaya operasi yang naik 21,3%, terutama bahan bakar yang melonjak 54% dari USD189,8 juta pada Kuartal I 2016 menjadi USD292,3 juta dalam periode sama 2017.

“Penyebab net loss (rugi bersih) USD99,1 juta karena dalam satu tahun kemarin peningkatan pengeluaran untuk bahan bakar,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan biaya lainnya juga menyumbang kurang baiknya kinerja Kuartal I 2017 tersebut, di antaranya pengeluaran pelayanan di pesawat (inflight service), sistem reservasi, peningkatan jumlah penumpang dan lain-lain sebesar 16,3%.

Adapun, pengeluaran yang disumbang dari rental pesawat, yaitu 4,2% dari USD246,9 juta pada Kuartal I 2016 menjadi USD257,4 juta pada Kuartal I 2017.

“Tapi yang paling berpengaruh itu karena bahan bakar karena komposisinya 20 sampai 25% dari total konsumsi,” katanya.

Total pengeluaran pada Kuartal I 2017, yaitu USD1,02 miliar atau meningkat 21,3% dari periode sama tahun lalu, yaitu USD840,1 juta.(okezone)