
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Wakil Menteri Bidang Polhukam Dema UIN Ar-Raniry, Mirza Maulana mendesak secepatnya Plt Gubernur Aceh untuk mengeluarkan pernyataan sikap dan mendesak pemerintah pusat agar serius merespon terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar.
“Desakan ini tentunya memiliki dasar yang logis, mengingat hampir seluruh penduduk Indonesia merupakan mayoritas muslim dan tentunya umat muslim tersebut memiliki rasa cinta yang sama terhadap penduduk muslim yang lain yang berada di seluruh dunia,” kata Mirza Maulana kepada Klikkabar.com. Kamis 24 November 2016.
Ia mengatakan, agama Islam itu ibarat satu tubuh yang tak terpisahkan antara satu dengan yang lain, apabila organ yang satu tersakiti, maka organ yang lain juga ikut merasakan rasa sakit yang sama.
“Di sisi lain ini merupakan pelanggaran HAM terberat yang pernah terjadi pada abad ke 21 di wilayah Asia . merujuk dari data yang dikeluarkan oleh PBB bahwa setidaknya 30 ribu orang kehilangan tempat tinggal, Selain rumah-rumah yang rata dengan tanah setidaknya ada 100 orang yang tewas dan 400 orang ditangkap sejak tentara menyerbu dalam beberapa minggu yang lalu,” sebutnya.
Mirza mengungkapkan apa yang dilakukan oleh mereka sama sekali tidak mencerminkan sifat yang ada pada seorang manusia.
“Perbuatan mereka layaknya manusia barbar yang membunuh tanpa belas kasihan, sudah seharusnya Pemerintah Aceh mendesak Pemerintah Indonesia agar mengeluarkan ultimatum dan memutuskan hubungan bilateral terhadap negara Myanmar yang sama sekali tidak memiliki dampak positif bagi hubungan tersebut. Serta mendesak negara internasional untuk mencabut nobel perdamaian yang dipegang oleh Perdana Menteri Myanmar Aung San Suu Kyi,” pungkas Mirza.
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan