Home / ACEH / “Semangat Illiza, mengingatkan kita pada sosok Ratu Safiatuddin”

“Semangat Illiza, mengingatkan kita pada sosok Ratu Safiatuddin”

Wakil Ketua KNPI Banda Aceh, Rasyidin Raden

Juru Bicara (Jubir) Porosmuda.com, Rasyidin Raden

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Juru bicara Porosmuda.com, Rasyidin Raden turut menjelaskan arah politik Porosmuda.com yang medukung Illiza dan Farid di Pilkada Kota Banda Aceh.

“Semua kontestan yang ada di Pilkada Banda Aceh merupakan calon-calon yang terpilih dan terbaik untuk Aceh kedepan, tentunya tidak mudah bagi kami dalam menentukan sikap politik, akan tetapi keputusan yang telah kami ambil ini adalah murni dorongan hati nurani untuk melibatkan peran pemuda dalam berpolitik secara sehat,” kata Rasyidin kepada Klikkabar.com. Rabu 16 November 2016.

Sikap Porosmuda.com kepada Illiza Sa’aduddin Djamal dan Farid Nyak Umar tidak terlepas dari kualitas yang dimiliki oleh kedua sosok ini. Menurutnya Illiza merupakan sosok yang begitu tangguh selama ini dalam menerapkan syariat Islam di Aceh.

“Kita bisa melihat bagaimana Bunda Illiza begitu komitmen dalam mengimplementasikan syariat Islam di Aceh. Padahal kita tau bagaimana sejumlah oknum dan juga dunia luar mencoba memperburuk citra syariat Islam dengan berbagai isu, akan tetapi Illiza dengan berani berdiri di depan ssbagai tameng untuk tegaknya cita-cita rakyat ini,” sebut alumni kampus Jantong Hate Rakyat Aceh UIN Ar-Raniry ini.

Rasyidin menuturkan, ketika kita melihat sepak terjang Bunda Illiza, maka terlintas di benak kita seperti melihat seorang Paduka Sri Sultanah Ratu Safiatuddin yang merupakan anak dari Sultan Iskandar Muda.

Illiza

Kedua sosok ini memiliki gaya kepemimpinan yang hampir sama, Ratu Safiatuddin saat memimpin Aceh, beliau tidak hanya fokus pada kesejahteraan negerinya saja, akan tetapi juga fokus pada penegakkan syariat Islam, ini terbukti dengan adanya dua ulama besar yang menjadi mufti atau penasehat negara yaitu Nurruddin Ar-Raniry dan Abdurrauf Assingkili.

“Kedua Ulama ini diminta oleh Ratu Safiatuddin untuk menulis buku, Nurruddin Ar-Raniry saat itu menulis buku Hidayatul Iman, sedangkan Abdurrauf Assingkili menulis sebuah buku yang menjadi pedoman bagi para qadhi dalam menjalankan tugasnya. Ini menunjukkan komitmen penegakkan syariat Islam yang begitu besar,”

Meskipun kita tidak ingin menyamakan antara Ratu Safiatuddin dan Bunda Illiza, namun keduanya memiliki semangat menegakkan syariat Islam di bumi Aceh, “Semangat Illiza, mengingatkan kita pada sosok Ratu Safiatuddin, oleh karena itu sikap politik Porosmuda.com bukanlah sebuah sikap latah atau ikut-ikutan, melainkan panggilan nurani untuk menjawab kebutuhan rakyat Kota Banda Aceh,” tutup Rasyidin.

Apa Komentar Anda?

komentar