Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh periode 2017-2022, Illiza Saaduddin Djamal-Farid Nyak Umar. (Foto: Muzakir MK/Klikkabar)
KLIKKABA.COM, BANDA ACEH- Pimpinan dayah Al-Quba Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh, Tgk. Iskandar mengatakan, jika perempuan tidak baik maka seluruh Negara tidak akan menjadi baik, bagitu juga sebaliknya.
Ia menyebutkan peran perempuan Aceh sebaga pemimpin sudah dikenal sejak masa pengusiran Belanda.
“Yang hanjeut keu pemimpin ureung yang buta hate, ureung buta mata jeut, leubeh-leubeh lom ureung inong, ( Yang tidak boleh jadi pemimpin orang yang buta hatinya, tapi kalau orang buta mata bisa, apalagi orang perempuan-red).
Hal demikian disampaikan Tgk. Iskandar saat memberikan sambutan pada pertemuan masyarakat dengan calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal-Farid Nyak Umar did ayah tersebut, Rabu sore 9 November 2016.
Tgk. Iskandar berharap agar Illiza dan Farid terpilih sebagai walikota dan wakil walikota Banda Aceh pada 15 Februari 2017 yang akan datang, sehingga cita-cita menjadikan Banda Aceh sebagai kota Madani bisa terwujud.
“Dengan adanya beliau abeh maksiat geuberantas di Banda Aceh, uroe nyoe dengan adanya beliau sebagai pemimpin, malam-malam geujak berantas maksiat, ( Dengan adanya dia (Illiza), habis maksiat diberantas di Banda Aceh, hari ini dengan adanya dia sebaga pemimpin, malam-malam dia pergi berantas maksiat-red),”ujarnya.
Ia juga berharap jika terpilih kembali nantinya Illiza-Farid tetap tegas terhadap maksiat seperti yang sudah dilakukan selama ini.
Turut Hadir pada pertemuan itu calon walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, calon wakil walikota Farid Nyak Umar, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadilah, dan sejumlah anggota DPRK Banda Aceh lainnya.
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
