Home / ACEH / Ketua DPRA Ajak Masyarakat Aceh Pilih Pemimpin yang Peduli Rakyat

Ketua DPRA Ajak Masyarakat Aceh Pilih Pemimpin yang Peduli Rakyat

Salah seorang pendemo saat diwawancarai wartawan disela-sela aksi di DPR Aceh, Selasa, 8 November 2016. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

Salah seorang pendemo saat diwawancarai wartawan disela-sela aksi di DPR Aceh, Selasa, 8 November 2016. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin mengajak masyarakat Aceh untuk memilih pemimpin yang peduli terhadap rakyat pada Pilkada 2017 mendatang.

Hal tersebut dikatakan Tgk Muharuddin dihadapan ratusan massa yang melakukan aksi demontrasi di Halaman Gedung DPR Aceh, Selasa, 8 November 2016.

(Baca: Tapol Aceh Gelar Aksi Demo di DPR Aceh)

“Apalagi kita sebentar lagi akan menghadapi Pilkada, saya berharap bapak-bapak dan ibuk-ibuk untuk memilih pemimpin yang peduli pada rakyat supaya tuntutan ini dapat dipenuhi,” kata Tgk Muharuddin.

Ia berjanji, setelah terpilihnya pemimpin Aceh pada Pilkada nanti, dirinya akan membicarakan perihal tersebut pada Gubernur terlipih terkait tuntutan masyarakat yang melakukan aksi itu.

“Jika yang terpilih pemimpin yang tidak peduli kepada rakyat, maka ini juga akan sulit dipenuhi nanti,” tutur pria yang akrab disapa Tgk Muhar ini.

(Baca: “MoU Helsinki ka 11 Thon Geuteken, Tapi Kamo Tetap Lagee Nyo Sabee”)

Seperti diberitakan sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Eks Tahanan Narapidana Politik (Tapol/Napol) Aceh melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR Aceh pada Selasa, 8 November 2016.

Aksi ini merupakan bentuk tuntutan mantan tahan tersebut terhadap pemerintah Aceh untuk mengalokasi tanah pertanian, pekerjaan dan jaminan sosial yang layak dari Pemerintah Aceh. Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian kepada anak yatim dan janda korban konflik.

(Baca: Ini Tanggapan Ketua DPRA terhadap Tuntutan Mantan Tapol Aceh)

Menurut mereka, selama ini pemerintah Aceh seperti tutup mata terhadap rakyatnya.[]

MUHAMMAD FADHIL

Apa Komentar Anda?

komentar