Salah seorang pendemo melakukan orasi di Halaman Gedung DPR Aceh, Selasa, 8 November 2016. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Massa yang mengatasnamakan Eks Tahanan Narapidana Politik (Tapol/Napol) Aceh menuntut Pemerintah Aceh untuk segera merealisasi butir-butir MoU dan UUPA.
Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Tahanan Politik dan mantan Narapidana Politik dalam ujuk rasa di Halaman Gedung DPR Aceh, Selasa, 8 November 2016.
(Baca: Tapol Aceh Gelar Aksi Demo di DPR Aceh)
“Kisah-kisah kami pada saat konflik sudah ditenggelamkan oleh Pemerintah Aceh,” kata salah seorang pendemo dalam orasinya.
Selain mantan Tapol/Napol, aksi tersebut juga melibatkan korban konflik. Mereka menuntut Pemerintah Aceh untuk merealisasi perjanjian-perjanjian yang telah dijanjikan pada mereka puluhan tahun silam. Perjanjian tersebut diantaranya yaitu memberikan rumah bagi korban konflik, lahan pertanian, serta pekerjaan.
“MoU Helsinki ka 11 thon leubeh ka geuteken, tapi kamo tetap lagee nyo sabee, peu yang dimeujanji hana dipubut” (MoU Helsinki sudah berusia 11 tahun lebih, tapi nasib kami masih seperti ini, red),” kata salah seorang pendemo.
Pantauan Klikkabar.com, awalnya, massa melakukan long macrh dari Taman Ratu Safiatuddin menuju titik lokasi yaitu depan gedung DPRA.
Long macrh ini mengakibatkan lajur lalulintas di kawasan tersebut sedikit tersendat.
Sejumlah aparat keamanan dari Polresta Banda Aceh nampak mengawal jalannya aksi.[]
MUHAMMAD FADHIL
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
