Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pembela Aceh (Kampa) melakukan aksi demontrasi di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin, 24 Oktober 2016.(ist)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pembela Aceh (Kampa) melakukan aksi demontrasi di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin, 24 Oktober 2016.
Aksi ini merupakan sebagai bentuk protes mahasiswa terhadap rencana Pemerintah Aceh yang akan melakukan pinjaman atau berutang luar negeri untuk pembangunan rumah sakit regional di Aceh.
Aksi ini bertepatan pada saat DPR Aceh menggelar sidang paripurna dengan agenda persetujuan pinjaman KFW Bank Jerman senilai 1.396.730.000 (satu triliun tiga ratus sembilan puluh enam juta tujuh ratus tiga puluh ribu rupiah.
Koordinator aksi, Feri Fadli mengatakan bahwa pihaknya menolak keras hutang tersebut karena sangat memprihatinkan generasi Aceh ke depan dengan terlilitnya hutang selama lima belas tahun.
“Akibat utang tersebut juga tidak tertutup kemungkinan Aceh akan terlilit selamanya,” kata Feri.
Dalam kesempatan tersebut, Kampa juga menyatakan enam tuntutan pada Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk direalisasi, keenam tuntutan tersebut yakni;
1. Kami menolak hutang luar negeri karena Aceh Kaya;
2. Kami mendesak pemerintah Aceh dan DPRA untuk membatalkan rencana peminjaman uang ke luar negeri;
3. Kami mendesak pemerintah Aceh dan DPRA untuk membatalkan transaksi hutang secara Riba karena melanggar Qanun Pengelolaan Keuangan Aceh pasal 3 ayat 1 dimana keuangan Aceh harus dikelola dengan prinsip-prinsip ke-Islaman;
4. Kami mendesak pemerintah Aceh dan DPRA untuk mengkaji ulang rencana tersebut dengan melihat APBA selalu SILPA setiap tahunnya dan malah terpakai dengan rencana yang tidak penting;
5. Kami mendukung pembangunan rumah sakit regional di Aceh tanpa harus berutang;
6. Kami mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pembela Aceh (Kampa) akan menduduki gedung DPRA jika poin-poin diatas tidak dipenuhi.[]
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan