Home / ACEH / Sosok Firsa Agam, Penyanyi 90-an yang Masih Eksis Hingga Sekarang

Sosok Firsa Agam, Penyanyi 90-an yang Masih Eksis Hingga Sekarang

virsa

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Nama Firsa Agam mungkin sudah tidak asing ditelinga masyarakat Aceh khususnya pada era 90-an. Iya, Firsa Agam adalah salah satu penyanyi yang masih eksis hingga sekarang.

Meskipun sudah berkarir selama 20 tahun, Firsa Agam hingga kini masih aktif dalam dunia tarik suara. Sebelum menjadi penyanyi, Firsa Agam adalah seorang penyiar radio. Dari pengalaman menjadi penyiar radio, bang Firsa sebutan akrab (Firsa Agam) sangat mengerti selera musik masyarakat Aceh.

Karir Firsa Agam dimulai pada tahun 1996, Firsa Agam saat itu mengeluarkan album perdana bade lam pesta. Sementara di album kedua yaitu cinta musem blang selanjutnya album ketiga seunalen sutra dan album keempat pak waki dan yang terakhir pada 2016 yaitu album Zakia.

Dari keseluruhan album tersebut lagu keunangan cinta dan lagu berjudul cut lem masih sering didengar masyarakat Aceh hingga sekarang. Meskipun edua lagu tersebut dibuat saat Aceh masih dalam keadaan konflik, lagu-lagu pria berkumis itu masih terdengar di radio-radio lokal hingga saat ini.

Keunangan cinta maupun lagu cut lem sempat merajai tangga lagu Aceh saat itu. Syair kedua lagu tersebut  dikemas dengan musik yang sederhana. Maka tak heran di tahun 90 an kedua lagu tersebut sering diputar di angkutan kota seperti Bireun Express (BE) untuk sekadar menghibur penumpang dengan alakadar saat diperjalanan.

Penyanyi tahun 90 an memang sangat berbeda dengan penyanyi saat ini. Senior didunia industri musik Aceh ini memang memiliki target sendiri bagaimana karya  yang dijual khususnya didunia tarik suara bisa diterima masyarakat Aceh.

Di tahun 90 an penyanyi ataupun produser lagu memang menawarkan lagu yang berkualitas dengan syair mengalun alun sehingga pendengar tidak merasa bosan mendengar lagu tersebut. Terbukti memang, kedua lagu tersebut masih sangat enak didengar hingga sekarang.

Saat dijumpai dikediamannya, Firsa Agam mengatakan, menciptakan lagu Aceh tidak lah “payah” namun susah. Dia mengaku, saat itu produser  mempersiapkan lagu yang benar-benar diterima masyarakat Aceh sehingga karyanya tersebut abadi.

Menurutnya pria kelahiran Aceh Besar 29 Mei 1967 ini, untuk menjadi penyanyi haruslah membentuk karakter. Tanpa karakter karya penyanyi tersebut sulit diterima oleh masyarakat. Disamping itu kata dia, kualitas selera masyarakat Indonesia khususnya Aceh dari sono nya memang masih tergolong rendah. Maka lagu karya berkualitas terkadang kalah dengan musik yang sedikit nyeleneh atau jimplakan.

Firsa agam mengaku prihatin melihat perkembangan industri musik Aceh saat ini. Dimana saat ini ada penyanyi yang menjimplak atau mengarasmen ulang karya orang lain.

“Jinoe lirik nyan tinggai tipeubalek, dari bahasa india jeut keu bahasa Aceh (Sekarang lirik itu tinggal dibalik,dari bahasa india ke bahasa Aceh).  Musiknya tetap sama, hana nyang beda (musiknya tetap sama tidak ada yang beda,” ungkap Firsa Agam

“Menjiplak karya orang lain harus dihentikan. Karena menjiplak itu sama saja mencuri hasil karya orang lain. Penyanyi yang menjimplak memperlihatkan bahwa kualitas berkarya nya itu rendah,” jelas Firsa

Suami dari Immadiah ini berharap, penyanyi Aceh dimasa akan datang haruslah membangun karakter sehingga musik Aceh bisa dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Bangunlah karakter tanpa harus menjiplak karya orang lain,” kata ayah dari empat anak ini

Bercerita tentang seniman Aceh tidaklah selesai dalam semalam perbincangan. Ada banyak seniman Aceh dengan karya yang hebat dan sudah diterima dengan baik oleh masyarakat.

Firsa Agam hanyalah satu dari ratusan seniman Aceh yang hingga kini masih memperjuangkan perkembangan musik Aceh. Setuju atau tidak, pada akhirnya seluruh seniman Aceh berharap, semua hasil karyanya akan tetap menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Aceh.

REPORTER : RAMADHAN