Home / ACEH / Dana Desa Paya Bakong Tidak Transparan, Warga Protes

Dana Desa Paya Bakong Tidak Transparan, Warga Protes

Foto: Ilustrasi.

Foto: Ilustrasi.

KLIKKABAR.COM, ACEH UTARA- Penggelolaan dana desa tidak transparan yang dilakukan oleh Geuchik (Kepala Desa) gampong Nga Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara menuai protes dari warganya.

Salah satu warga setempat, Zulkifli (40) menyatakan, saya mewakili warga meminta kepada pihak terkait untuk sementara waktu menghentikan percairan dana desa tahun 2016, sebelum geuchik menjelaskan atau mempertanggung jawab anggaran dana desa 2015 yang sampai saat ini tidak transaparan, katanya Sabtu 22 Oktober 2016.

” Ini bukan memperkeruh suasana di desa dan menghambat pembangunan di desa, namun ini murni mewakili suara masyarakat NGA yang selama ini sudah cukup sabar dengan tingkah geuchik yang selalu mengelak ketika masyarakat NGA meminta di adakan rapat penggunaan dana desa tahun 2015.”Jelas Zulkifli.

Dia menambahkan, padahal Bupati Aceh Utara pernah mengeluarkan imbauan agar penggunaan desa harus transparan, sehingga tidak terjadi konflik di kalangan masyarakat desa. Bagaimana menjadi pemimpin yanb bersih sedangkan pengelolaan dana desa tidak transparan.

“Saya mewakili masyarakat setempat sangat kecewa dengan kepala desa yang tidak transparan terkait penggunaan dana desa yang tidak transparan. Padahal seharusnya penggunaan dana desa harus melibatkan semua masyarakat dan terbuka bagi warga dengan melakukan musyawarah,” sambunya.

“Kita tidak menuduh kepala desa melakukan korupsi, tapi yang kita harapkan transparansi pengelolaan dana desa secara terbuka,” harap Zulkifli.

Sementara itu, Geuchik Gampong Nga, Idris mengaku apa yang dikatakan warganya benar. Sampai saat ini belum melakukan musyawarah dengan warga terkait pengeluaran dan pemasukan dana desa 2015. Akan tetapi sudah pernah dimusyawarah dengan perangkat desa, tuha peut gampong dan tuha delapan gampong.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini saya dan perangkat gampong akan melakukan musyawarah dengan warga terkait pengelolaan dana desa 2015 lalu.” tutupnya.

Mulyadi/Rel

Apa Komentar Anda?

komentar