Home / ACEH / Putra Bireuen Sumbang Perunggu untuk Aceh

Putra Bireuen Sumbang Perunggu untuk Aceh

img-20160921-wa0001

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Putra Bireuen, Ziaul Fahmi berhasil menyumbang medali perunggu untuk Aceh dalam cabang olahraga petanque pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.

Pertandingan cabang yang dipertandingkan secara eksibisi serta pertama kali di Indonesia ini berlangsung di Kampus Unisma 45 Bekasi pada Selasa malam, 20 September 2016.

Mahasiswa Program Studi Penjaskesrek FKIP Unsyiah ini tampil pada nomor pertandingan Long Shooting Man. Ia berhasil mengalahkan Provinsi Bali sehingga masuk ke babak semifinal. Pada babak itu, putra kelahiran Gandapura ini tidak mampu mengatasi tuan rumah Jawa Barat sehingga harus puas berada di posisi perunggu.

Selain Ziaul Fahmi, pada PON XIX ini, Pengprov FOPI Aceh mengirimkan dua orang atlet putra lainnya (Ifwandi Muhammad dan Masykur) dan 3 orang atlet putri ( Novie Lidya Isdarianti, Masyitah Tata, Risa Maulidiya).

Untuk pertama kali pula cabang ini telah mempertandingkan 9 nomor pertandingan, yakni shooting men; shooting women; single men; single women; double mens; double womens; double mix; triple mens dan triple womens.

Pada PON kali ini Aceh yang baru satu tahun 4 bulan sejak 2 Mei 2015 dilantik kepengurusannya di Provinsi Aceh telah berhasil menyumbangkan satu medali Perunggu. Ini merupakan capaian yang sangat bagus.

Ziaul Fahmi yang dihubungi Klikkabar.com dari Banda Aceh mengaku sangat bangga terhadap perolehan itu. Ia mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah mensuportnya.

Selain itu, alumni MAN Peusangan, Bireuen ini juga mengucapkan terima kasih kepada pelatih yang telah membimbing dirinya selama pelatihan di Banda Aceh.

“Ini menjadi kebanggaan besar bagi saya karna bisa mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional, dan harapan saya pada even even kedepan bisa menggapai prestasi yang lebih baik lagi,” kata Fahmi yang mengaku sedang bersiap-siap bertolak menuju Banda Aceh.

Sementara itu, Ketua umum Pengprov FOPI Aceh, Abdurrahman mengaku sangat bangga atas perolehan ini. Meskipun dana yang sangat terbatas, tapi Cabor Pentaque berhasil membawa pulang satu medali.

“Kekurangan biaya sampai saat ini masih menjadi tanggungan dari kami sebagai pengurus pengprov FOPI Aceh, mulai dari atribut; perlengkapan tanding; bola tanding; tiket 3 org pemain lg yg tdk tertanggung dr PB + kamar hotel + makan + uang saku dan hal-hal taktis lainnya,” katanya.

“Mudah-mudahan sepulangan kami ada yg mau menjadi donatur utk menutupi kekurangan keuangan bagi tim petanque Aceh dalam rangka keikutsertaan di even PON XIX di Jawa Barat tepatnya di Lapangan Unisma 45 Bekasi,” pungkas Abdurrahman yang juga Wakil Dekan II FKIP Unsyiah ini. []

REPORTER: MUHAMMAD FADHIL

Apa Komentar Anda?

komentar