Home / ACEH / “Kunker DPRA Bisa Diterima Masyarakat, Asalkan…”

“Kunker DPRA Bisa Diterima Masyarakat, Asalkan…”

Teuku Zulkhairi, Sekjend Pengurus Wilayah (PW) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi Aceh. (Istimewa)

Teuku Zulkhairi, Sekjend Pengurus Wilayah (PW) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi Aceh. (Istimewa)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Agenda kunjungan kerja (kunker) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) ke luar negeri kini telah menuai kritikan dan kecaman dari berbagai elemen masyarakat Aceh. Pasalnya, kunker wakil rakyat yang berangkat antara bulan Juli dan Agustus tersebut yang menghabiskan uang negara mencapai Rp 3 Milyar itu dinilai sama sekali tidak memberi manfaat bagi rakyat dan hanya mengeruk serta memboroskan uang negara.

Namun demikian, kunker DPRA ke luar negeri bisa diterima oleh masyarakat jika mampu menunjukkan arti pentingnya kunker tersebut bagi perubahan dan perbaikan parlemen dan rakyat Aceh.

“Masalahnya adalah, sejauh ini setiap kali kunjungan ke luar negeri, legislator kita umumnya selalu saja tidak mampu menjelaskan apa hasil dari kunjungan tersebut, dan sejauh mana hasil kunjungan tersebut berimplikasi pada kerja-kerja untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kunjungan-kunjuangan terdahulu yang pernah dibuat pun nampaknya memang sama sekali tidak memberi dampak untuk peningkatan taraf hidup masyarakat,” demikian ungkap Teuku Zulkhairi, Sekjend Pengurus Wilayah (PW) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi Aceh, saat dimintai tanggapan terkait kunker DPRA ke luar negeri.

Alhasil, kata Zulkhairi, sebutan kunker wakil rakyat hanya untuk pelesiran menjadi semakin menemukan kebenaran dan kesahihannya karena dewan terhormat tidak mampu menjelaskan kepada masyarakat akan manfaat/kontribusi terhadap pembangunan dan perbaikan kualitas rakyat dari kunker itu.

Menurutnya, agar kunker para dewan bisa diterima, maka buktikanlah bahwa kunker-kunker sebelumnya telah memberi hasil dan efek bagi kerja-kerja peningkatan taraf hidup masyarakat Aceh, khususnya dalam bentuk kerja-kerja kedewanan.

“Lebih dari itu, tunjukkan pada rakyat program apa saja yang mau disukseskan dengan kunjungan tersebut dan kaitannya dengan tugas kedewanan untuk perbaikan bangsa dan rakyat Aceh,” ungkap Zulkhairi.

Kandidat Doktor di Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry ini juga menambahkan bahwa dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, seharusnya cukup mudah bagi DPRA untuk memberi penjelasan kepada rakyat arti penting sebuah kunker, jika memang kunker tersebut adalah sesuatu yang penting.

“Kalau bisa dijelaskan secara baik dimana letak urgensitasnya, logis dan jujur, saya yakin, masyarakat akan bersedia mengantarkan anda ke bandara, dan lalu mereka akan menunggu kapan anda pulang karena keberadaan anda memang dibutuhkan untuk bangsa dan rakyat Aceh. Sebaliknya, jika tidak mampu menunjukkan urgensitas dari sebuah kunker bagi perubahan, maka sudah sewajarnya masyarakat mengecam dan mengutuk kunker tersebut,” tutupnya. []

Apa Komentar Anda?

komentar