KLIKKABAR.COM, ABDYA – Pria MN yang kadang juga mengaku bernama Dedi, Kamis 11 Februari 2016 petang diamankan personil Satpol PP dan WH Abdya, dalam sebuah operasi di jembatan Krueng Baru yang menjadi batas Kabupaten Abdya dan Aceh Selatan. Penangkapan dilakukan dengan memancing pria MN seakan ada tiga orang tenaga kerja yang mau diberangkatkan ke Malaysia, karena MN sehari hari sebagai calo tenaga kerja.
Pria MN diamankan oleh Satpol PP dan WH Abdya, sejenak laporan sebuah keluarga miskin yang seorang anak gadisnya yang masih di bawah umur dihamili oleh MN yang telah memiliki anak dan bini. Dan tercatat sebagai warga Desa Panton Pawoh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.
Sementara gadis di bawah umur S (17) adalah putri pertama dari lima bersaudara dari pasangan keluarga miskin di sebuah kecamatan dalam wilayah Abdya.
Sehari-hari orang tua korban yang laki-laki mengambil upah gembala ternak milik warga. Penangkapan terhadap MN dipimpin langsung Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad SE. Beranggotakan Kasi WH, Rahimuddin, Kasi Trantib, Delvan Arianto, Kasi PKD, Reza Kamarullah, Kasubbag TU, Indra Saputra Parhas serta belasan personel Satpol PP dan WH Abdya.
Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad dihubungi ProHaba, Jumat 12 Februari 2016 menjelaskan, penangkapan MN alas Dedi (40) berdasarkan pengaduan keluarga gadis S dan tokoh masyarakat desanya. “Kita diminta bantuan oleh anggota keluarga dan masyarakat,” kata Riad.
Berdasarkan laporan atau pengaduan masyarakat dan informasi dikumpulkan bahwa laki-laki MM beralamat di Desa Panton Pawoh, Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan atau daerah perbatasan dengan Abdya. Penangkapan berjalan mulus karena tim yang menggunakan mobil pribadi berhasil melakukan kontak dengan MN melalui saluran telpon, kemudian berpura-pura meminta bantuan dimana seolah-olah tiga warga ingin berangkat mencari kerja di Malayasia.
Laki-laki MN alias Dedi yang menjadi sasaran tidak lama kemudian datang menemui tim yang menunggu dengan mobil pribadi di kepala jembatan Krueng Baru arah Desa Persiapan Kayee Aceh, Abdya. Sementara tekong tersebut datang dari Desa Panton Pawoh (kepala jembatan Krueng Baru arah Aceh Selatan) dengan mengemudikan mobil merek Avanza warna silver.
Dalam pemeriksaan, laki-laki MN sempat memberi keterangan berbelit-belit, namun kemudian mengaku telah berbuat tidak senonoh terhadap korban.
Setelah kejadian tersebut laki-laki MN menjadi sulit dihubungi, sehingga gadis S mengadu kepada anggota keluarganya tentang olah perbuatan laki-laki MN yang sempat mengaku sebagai kerabat keluarga korban.
Sampai Jumat (12/2) sore kemarin, laki-laki MN masih diamankan di Kantor Satpol PP dan WH Abdya. (prh)
Baca juga:
- Remaja di Banda Aceh Rayakan Valentine’s Day, Alasannya?
- Janji Satu Juta per KK akan Segera Terealisasi
- Lima Nama Calon Bupati Aceh Besar Mulai Bermunculan
- Kemenko Perekonomian RI Rekrut Tenaga Pendukung, Berikut Syarat-syaratnya
- Besok Listrik Padam Selama 9 Jam di Aceh Besar dan Banda Aceh, Ini Lokasinya
- Semangat Juang Kapolres Aceh Tengah Meski Kehilangan Tangan Kiri
- 3 Wanita bersama 2 Pria Digerebek di 1 Kamar Hotel di Bireuen
- Bang Joni dan Yusniar Maju Sebagai Cagub dan Cawagub?
- 3 Wanita bersama 2 Pria Digerebek di 1 Kamar Hotel di Bireuen
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan
