Home / BERITA TERBARU / Jokowi Ingin Kebakaran Hutan dan Lahan Diselesaikan

Jokowi Ingin Kebakaran Hutan dan Lahan Diselesaikan

Pembakaran lahan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) antara perbatasan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Senin (1/7/2019). (Foto: Munandar/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengaku telah menelepon sejumlah pejabat pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah kebakaran hutan yang kini mulai marak terjadi di sejumlah daerah.

“Sudah, sudah tiga hari saya sudah telepon BNPB, Panglima, Kapolri untuk segera diselesaikan, di Riau, di Palangkaraya,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai mengunjungi Kampung Adat Batu Persidangan, di Kampung Huta Siallagan, Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7) pagi.

Mengenai kemungkinan diperlukannya pesawat khusus untuk pemadaman kebakaran hutan itu, Presiden Jokowi menilai masih belum. “Saya kira masih bisa diatasi dengan helikopter,” ujarnya.

Sebelumnya Pelaksana Harian (Plh) Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam siaran persnya menyampaikan, personel gabungan bekerja keras untuk melakukan pemadaman dan pendinginan hingga Senin (29/7).

Personel tersebut merupakan bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Darat berasal dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan kementerian/lembaga.

“Total personel gabungan berjumlah  5.929 personel yang tersebar di 5 provinsi, yaitu  Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah masing-masing berjumlah 1.512 personel, sedangkan Kalimantan Barat berjumlah 1.395 personel,” jelas Agus.

Upaya Satgas Darat didukung oleh operasi udara di bawah kendali Satgas Udara. Jumlah tersebut, menurut Agus, belum mencakup dukungan dari pihak swasta, seperti APP Sinar Mas yang berkekuatan 3.180 personel tersebar di 5 provinsi.

Menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut, menurut Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB itu, helikopter disiagakan di empat provinsi, yaitu Riau 17 helikopter, Sumatera Selatan 3, Kalimantan Barat 6 dan Kalimantan Tengah 7.

Helikopter yang ditempatkan di Riau, jelas Agus, merupakan dukungan dari BNPB 7 unit, KLHK 1, swasta 8, dan TNI 1.

Sedangkan total air yang digunakan untuk pemadaman dan pendinginan sejumlah 61.066.300 liter untuk semua wilayah terdampak. Selain armada helikopter, satuan tugas udara didukung pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Operasi ini dimaksudkan untuk memicu terjadinya hujan di wilayah-wilayah yang papar hotspot dengan menebarkan garam di awan potensial.  Perkembangan per 29 Juli 2019 pukul 16.00 WIB luas lahan terbakar di Riau seluas 27.683,47 ha.

Lihat Juga: Kawasan Ekosistem Leuser Terus Dibakar

99 Persen Kebakaran Hutan karena Manusia

Kabut Asap di Aceh Barat Memburuk, 6 Pelajar Tumbang