Revolusi Industri 4.0, Inovasi dan Kreatifitas Sangat Dibutuhkan

-

- Advertisment -

Revolusi Industri 4.0, Inovasi dan Kreatifitas Sangat Dibutuhkan

Istimewa

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pekan Kreativitas Fakultas Adab dan Humaniora (PKFA) ke IX yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry secara resmi dibuka pada Senin (14/10/2019) di bundaran Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Ar-Raniry. Kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 14-19 oktober 2019 mendatang.
Pembukaan tersebut berlangsung meriah dengan dimeriahkan oleh penampilan kreatifitas mahasiswa berupa persembahan tarian dan drama kolosal bertemakan kemegahan kebudayaan Aceh.
Pembukaan juga ditandai pengguntingan pita yang dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry Drs H Gunawan MA Ph.D bersama Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Dr Fauzi Ismail MSi. Turut didampingi oleh Wakil Dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Drs Anwar Mhum, Ketua DEMA-FAH, Septian Fatianda dan ketua pelaksana, Teuku Al Mahzar.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Warul Walidin Ak MA yang diwakili oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan kelembagaan, Drs H Gunawan MA Ph.D dalam sambutannya mengatakan bahwa di era revolusi industri 4.0 inovasi dan kreatifitas sangat dibutuhkan karena perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berubah saat ini, di mana di era sekarang ini seni bukan lagi sekedar hobi tapi menjadi sebuah peluang usaha dan untuk berkreasi.
“Era revolusi industri 4.0 semua sesuatu sangat ditentukan oleh mutu atau kualitas. Kunci kemenangan kompetensi terletak pada mutu,” kata Gunawan saat memberi arahan sekaligus membuka acara PKFA ke IX, Senin (14/10/2019).
Selain itu, sekarang ini mahasiswa harus mampu membaca tanda-tanda zaman. Oleh karena itu mahasiswa harus memiliki keahlian khusus untuk mengembangkan kreatifitas kalau tidak ingin ditinggalkan oleh perkembangan zaman.
Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FAH, Dr. Fauzi Ismail MSi mengatakan bahwa PKFA merupakan ajang peningkatan kreativitas mahasiswa dalam berkarya. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk terus berinovasi dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DEMA FAH, Septian Fatianda melalui ketua pelaksana, Teuku Al Mahzar menjelaskan bahwa PKFA akan berlangsung selama satu pekanyang dimulai dengan pembukaan seremonial, diskusi kebudayaan, seminar kewirausahaan, stand expo, donor darah, temu ramah alumni dan berbagai perlombaan.
“Selain perlombaan dan panggung apresiasi seni. Kita juga akan melaksanakan diskusi kebudayaan tentang kegemilangan hasil karya Nuruddin Ar-Raniry dan seminar kewirausahaan,” kata ketua pelaksana, Teuku Al Mahzar.
Untuk perlombaan kategori umum akan diperlombakan berbagai kegiatan mulai dari tarian rapai geleng dan ratoeh jaroe, kaligrafi kontemporer, baca puisi, akuistik, kreasi daur ulang sampah, masak mie Aceh, foto instagram dan opini kebudayaan se nasional dengan tema peran generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai kebudayaan.
Sedangkan untuk tingkat SMA sederajat akan diperlombakan debat bahasa Aceh, debat bahasa Arab, story telling dan lomba mewarnai khusus untuk anak-anak TK dan PAUD.
Selain itu, kita juga membuka berbagai stand expo mulai dari stand manuskrip dan benda sejarah, pameran foto dan lukisan, bazar buku, dan juga pameran jajanan kuliner. [MF]

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda