Ilustrasi, seorang anak bersama ibunya menyaksikan pesawat militer Amerika Serikat di Bandara SIM Blang Bintang Aceh Besar, Sabtu (25/3/2017) siang. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Sekelompok yang mengatasnamakan pemuda Aceh Besar prihatin dan menyayangkan atas keluarnya imbauan Bupati Aceh Besar bernomor 451/3442/2019 terkait penghentian aktivitas penerbangan selama lebaran Idul Adha dan Idul Fitri di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.
Pernyataan itu disampaikan oleh sekelompok pemuda Aceh Besar dalam sebuah forum diskusi di salah satu warung kopi di Aceh Besar, Minggu (28/7/2019).
Diskusi yang mengusung tema “Menguji Esensi Kebijakan Bupati Terhadap Pembangunan Aceh Besar” tersebut melahirkan dua rekomendasi.
Fakhrurazi, selaku inisiator kegiatan tersebut menyebutkan, rekomendasi pertama yaitu pemuda Aceh Besar menilai kebijakan yang dikeluarkan Bupati Aceh Besar tidak ada esensinya terhadap kemajuan pembangunan di kabupaten tersebut.
Selain itu, katanya, imbauan itu tidak menjawab segala persoalan dan permasalahan kronis yang dihadapi oleh masyarakat Aceh Besar.
“Kalau alasannya menghormati Idul Adha, maka baiknya Bupati Aceh Besar melakukan qurban sebanyak – banyaknya dan dibagikan kepada fakir miskin di Aceh Besar, dan kalau alasannya syariat Islam maka Bupati Aceh Besar harus menutup Bandara setiap kali Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) termasuk setiap hari Jumat,” kata Fakhrurazi dalam siaran pers kepada Klikkabar.com, Minggu (28/7/2019).
Ia menjelaskan bahwa alangkah lebih baik Bupati Aceh Besar fokus pada janji-janji kampanyenya dulu yang hingga saat ini belum terealisasi. Serta fokus pada kerjanya sebagai pemimpin daerah yang berkuasa dan mengarahkan pembangunan untuk kemajuan daerah.
Anggota forum, kata Fakhrurazi, menilai bahwa imbauan tersebut upaya Mawardi Ali selaku Bupati Aceh Besar dalam melakukan penggalihan issue atas retaknya hubungan dengan Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk. H. Husaini (Waled).
“Seperti diketahui bersama bahwa retaknya hubungan bupati – wakil bupati mengakibatkan konflik di dinas-dinas, dan badan pemerintahan daerah Aceh Besar sehingga makin lambannya kinerja Pemkab,” kata Fakhrurazi.
Ia menambahkan, rekomendasi kedua yang lahir dalam diskusi itu adalah pemuda Aceh Besar akan menyurati Angkasa Pura II selaku otoritas pelaksana Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda untuk tidak mematuhi imbauan bupati dan menjalankan operasional bandara pada hari lebaran pertama seperti biasa.
Hal tersebut, kata dia, karena imbauan Bupati Aceh Besar tidak merepresentatifkan kemauan masyarakat Aceh Besar.
“Sehingga selaku forum diskusi yang bersifat terbuka, kami menolak imbauan Bupati Aceh Besar,” pungkasnya.
Diskusi tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh muda Aceh Besar seperti Husaini Arsyad pengusaha Muda Aceh Besar/KADIN Aceh, Radhi Darmansyah (akademisi, praktisi), Juanda Djamal (Anggota DPRK terpilih), perwakilan mahasiswa, dan perwakilan komunitas lainnya. []
Baca Juga:
Penerbangan di Bandara SIM akan Dihentikan saat Lebaran
Penerbangan Dihentikan saat Lebaran, Ini Kata GM Angkasa Pura II
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan