Home / ACEH / Para Terdakwa Kasus Penggelapan Sabu Baca Pledoi Sambil Menangis

Para Terdakwa Kasus Penggelapan Sabu Baca Pledoi Sambil Menangis

Polisi berjaga di ruang sidang kasus penggelapan barang bukti narkotika jenis sabu di Pengadilan Negeri Idi, Senin (15/7). (Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Sidang lanjutan kasus penggelapan barang bukti narkotika jenis sabu yang menyeret sejumlah oknum Kepolisian Resort Aceh Timur, kembali digelar di Pengadilan Negeri Idi, Senin (15/7).

Majelis hakim yang dipimpin oleh Irwandi, SH dan hakim anggota Khalid, SH, MH dan Apri Yanti, SH, MH, mengagendakan sidang pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari para terdakwa.

Lima oknum Satuan Reserse Narkoba diberikan kesempatan pertama untuk membacakan nota pembelaan yang ditulis tangan oleh para terdakwa. Disusul 1 oknum Polsek Banda Alam dan 3 oknum Satuan Polisi Air (Polair).

Baca Juga: Kasus Penggelapan Sabu, 8 Polisi di Aceh Timur Sidang Perdana

Anggota Satuan Reserse Narkoba dan Polsek Banda Alam tak kuasa menahan tangis lantaran mereka menganggap kasus yang menimpa mereka saat ini merupakan setingan dari oknum-oknum tertentu dan mereka mengalami diskriminasi sejak awal penetapan sebagai tersangka.

Suasana haru itu pun membuat pihak keluarga, terutama istri dan rekan terdakwa ikut menitikkan air mata. Terlebih, saat para terdakwa menceritakan tentang keluarga yang selama ini ditinggalkan demi tugas, yang ternyata ikut menyeret mereka kedalam masalah.

Majelis hakim sempat beberapa kali memberikan teguran kepada para terdakwa lantaran pembacaan pledoi tersebut diiringi dengan intonasi keras sembari mengeluarkan jeritan disertai isak tangis para terdakwa.

Baca Juga: 9 Polisi Aceh Timur Dituntut 10 hingga 17 Tahun Penjara

“Semua ini setingan. Semua ini rekayasa oknum-oknum tertentu yang terusik dengan kinerja kami,” pekik salah satu terdakwa.

“Saat masih bertugas di Opsnal Reserse Narkoba, kami (Polres Aceh Timur) bersaing dengan Polres lain di jajaran Polda Aceh karena keberhasilan dalam mengungkap kasus serta berhasil memberantas peredaran narkoba. Tentu membuat oknum-oknum itu terusik dan berusaha menjatuhkan kami. Majelis hakim bisa membandingkan, kinerja Reserse Narkoba yang lama di masa kami dengan yang sekarang, sangat jauh berbeda,” sambung terdakwa lainnya.

Baca Juga: Kasus Penggelapan Sabu Oknum Polisi Dinilai Cacat Hukum

“Saya punya 3 anak yang masih kecil, yang masih membutuhkan kehadiran seorang ayah. Hampir setahun lamanya kami ditahan tanpa ada kepastian hukum, bahkan mereka (anak-anak) sama sekali tidak tau keberadaan ayahnya,” lirih terdakwa lainnya.

Setelah pembacaan pledoi lainnya dari 3 oknum Satuan Polair dan 3 warga dari kalangan sipil, sidang pun ditutup dan majelis hakim mengagendakan sidang pembacaan putusan pada Kamis (25/7) mendatang.

Lihat Juga: Ibrahim Hongkong Kendalikan Sabu di 3 Provinsi

Polisi Bekuk 2 Kurir Sabu Asal Aceh, 1 Ditembak Mati

Bawa 4,1 Kg Sabu di Sepatu, 8 Warga Aceh Ditangkap di Pekanbaru