Ilustrasi pramugari.
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Beberapa pekerjaan diyakini rentan terhadap kanker jika tidak diimbangi dengan pola makan dan hidup sehat. Sebagai contoh, menurut dr. Sara Elise Wijono MRes dari KlikDokter, orang yang bekerja di penyulingan minyak, pembuatan karet, dan obat lebih berisiko terkena kanker otak. Itulah mengapa Anda perlu mengetahui profesi yang rentan kanker.
Dilansir Reader’s Digest, berikut beberapa pekerjaan berisiko membuat terkena kanker.
- Pramugari dan pilot
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health, awak kabin terpapar lebih banyak radiasi pengion pada ketinggian, sehingga meningkatkan kemungkinan berkembangnya kanker payudara, serviks, uterus, tiroid, kerongkongan, usus besar, lambung, hati, dan pankreas.
Statistik menyebutkan bahwa tingkat kanker payudara pada pramugari wanita adalah 50 persen lebih tinggi, sementara tingkat kanker kulit non-melanoma 4 kali lebih tinggi, dibandingkan dengan wanita yang bekerja di bidang lainnya.
Sama seperti pramugari, pilot juga rentan kanker. Ternyata, kokpit menjadi tempat yang berbahaya. JAMA Dermatology melaporkan bahwa pilot memiliki 2 kali lipat kemungkinan terkena melanoma dibanding orang biasa.
- Pekerja shift malam
Sebuah penelitian dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melaporkan bahwa sel membutuhkan isyarat cahaya, seperti tombol reset untuk jam. Ketika kehilangan isyarat tersebut, artinya Anda kehilangan ritme normal di setiap sel dalam tubuh. Akibatnya, protein pemicu kanker yang disebut c-Myc terakumulasi dalam sel, memacu pertumbuhan dan perkembangan tumor.
- Pemadam kebakaran
Plastik, bahan bangunan tertentu, dan bahan sehari-hari lainnya yang terbakar akan melepaskan racun. Petugas pemadam kebakaran yang menghirup atau menyerap racun saat memadamkan api berisiko tinggi mengalami kanker.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institute for Occupational Safety and Health, petugas pemadam kebakaran memiliki risiko lebih besar terkena kanker daripada rata-rata orang lain. Akan tetapi, risiko mereka untuk kanker tertentu bisa naik 2 kali lipat, yakni kanker testis dan mesothelioma, yang disebabkan oleh paparan asbes.
- Tukang las
Tukang las harus melakukan pemanasan logam hingga suhu yang sangat tinggi. Menurut International Agency for Research on Cancer, paparan asap pengelasan, serta paparan radiasi dan asbes adalah penyebab kanker.
Racun ini berpotensi menyebabkan kanker paru-paru, kanker ginjal, dan melanoma mata, serta masalah kesehatan lainnya.
- Pekerja tambang
Penambangan adalah bisnis yang berbahaya. Dengan berbagai risiko yang mengintai di bawah tanah, ternyata pekerja tambang juga berisiko terkena kanker. Hal ini karena debu penambangan batu bara dapat meningkatkan risiko pekerja terhadap kanker paru-paru dan lambung.
- Pekerja di pabrik karet, plastik dan alumunium
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bekerja di pabrik yang memproduksi ban, sarung tangan karet, dan karet gelang tampaknya berisiko tinggi terkena kanker kandung kemih, perut, darah, limfatik, dan jenis kanker lainnya. Hal ini dikarenakan paparan dari zat karsinogen seperti benzene, asbes dan formaldehida.
- Pekerja laboratorium
Sebuah studi dalam jurnal Cancer Research menemukan bahwa wanita dengan riwayat kanker payudara pada keluarganya dua kali lipat berisiko terkena kanker ketika bekerja di laboratorium.
Sementara itu, risiko kanker bisa melonjak sampai 40 persen jika para wanita bekerja dengan pelarut organik seperti benzene, sebelum melahirkan bayi pertama mereka.
- Penata rambut
Kandungan amina aromatik pada beberapa pewarna rambut dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih pada orang yang bekerja sebagai penata rambut. Bahan kimia yang seharusnya dihilangkan dari pewarna rambut setelah tahun 1970-an ini baru-baru ini ditemukan oleh sebuah penelitian, terdapat dalam aliran darah para penata rambut. (KlikDokter)
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan
