Muazzinah Yacob (kanan) dan mahasiswa yang diujinya. [Foto: Facebook Muazzinah Yacob]
Berikut ini catatan dari mantan aktivis yang jadi dosen di kampus tertua di Aceh itu.
Sebagai dosen, saya bangga dengan keberpihakan mahasiswa saya pada rakyat. Sudah seharusnya, orang muda yang dididik di kampus jantong hate rakyat Aceh, menyuarakan suara rakyat dan membela mereka. Belajar tidak hanya di ruang-ruang kuliah.
“Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru”.
Ketika turun ke jalan, mereka pun belajar dengan cara yang berbeda. Untuk mahasiswa prodi IAN, ini kesempatan belajar langsung dari lapangan tentang aneka teori yang jangan2 tak demikian dipraktikkan oleh para birokrat dan administratur pelaksana tata kelola negara.
Mahasiswa boleh demo, karena mereka adalah pengeras suara milik rakyat. Ketika kata Iwan Fals, “Cinta sudah dibuang” dan “keadilan sulit diharap akan datang”, maka “turun ke jalan dengan damai” adalah salah satu sikap para pejuang. Saya sendiri pernah ikut demo, jika ada kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat.
Namun, tidak boleh anarkis dan merusak apapun. Karena jika fasilitas publik dirusak, ianya akan dibangun kembali dengan uang kita juga #APBA bukan uang pribadi para administrator publik. Ini uang rakyat.
Bagi mahasiswa, ayo belajar berdemokrasi, belajar melihat jauh melintasi ruang demo yang gempita itu. JANGAN sebatas berteriak. tapi harus melihat dengan jeli siapa stakeholders yg terlibat sehingga menemukan titik permasalahan untuk mencari solusi bukan menyalahkan pusat atau daerah, bukan menyalahkan Plt atau Gub sebelumnya, Bupati Nagan/Aceh Tengah dsb. Ingat, Anda adalah kaum terpelajar, bukan TAP alias Tim Ahli Protes.
Yang paling penting, adik-adik mahasiswa: tetap awas dan saling menjaga barisan. Jangan biarkan “penumpang gelap” memanfaatkan Anda untuk tujuan berbeda. Jangan mau di provokasi untuk hal-hal yang tidak baik karena akan merugikan diri sendiri dan Aceh. Apalagi ini tahunnya pulitek, semua yang musykil tiba-tiba terlihat masuk akal.
Bagi mahasiswa baik-baik ya sama babang polisi dan semua petugas penjaga keamanan. Mereka adalah bagian dari orang Aceh juga dan bertugas di bumi Aceh juga.
Bagi abang-abang polisi: sabar ya bang menghadapi adik-adik mahasiswa ini. Mereka sedang belajar membela rakyat, seperti Babang2 yg juga pembela rakyat. Kita membela pihak yang sama. Karenanya mereka mau didengar. Mohon diayomi ya Bang. kan bagian dari tugas Babang niiii, salah satunya adalah mengayomi. selamat bertugas, semoga selalu dalam penjagaan Allah SWT
Love You All my dear students
Bismillah, untuk rakyat, berjuang ikhlas karena Allah saja.
KlikKabar.com Jujur Mengabarkan