Aceh akan Terbitkan Qanun Libur Hari Tasyrik

-

- Advertisment -

Aceh akan Terbitkan Qanun Libur Hari Tasyrik

Ist

KLIKKABAR.COM, BIREUEN- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk. Muharuddin mengatakan, Selain persoalan larangan kaum hawa ngopi semeja dengan nonmuhrim, dirinya juga akan membahas dengan Pemerintah Aceh dan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh terkait penetapan hari libur tasyrik, yaitu pada 11,12, 13 Dzulhijjah.
“Pada hari raya Idul Adha itu ada hari tasyrik. Hari ini kita belum membuat aturan mengenai hal ini, di mana pada hari tasyrik, anak-anak sekolah tidak libur dan tetap sekolah. Mengapa tidak Aceh yang memiliki kekhususan, menetapkan hari tasyrik bisa diliburkan. Ini saran saya dan akan saya sampaikan kepada pak gubernur, dengan harapan nantinya hal ini bisa diqanunkan atau qanun yang sudah ada direvisi, dimana pada tahun ajaran baru, anak-anak sekolah pada hari tasyrik itu libur,” ujar kata Ketua DPRA,  Rabu 12 September 2018, usai menghadiri acara zikir dan doa bersama memperingati 1 Muharram 1440 Hijjriah di Masjid Raja Jeumpa, Bireuen.
Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk. Muharuddin mendukung penuh kebijakan yang dilakukan Bupati Bireuen yang menerbitkan imbauan larangan bagi kaum hawa duduk semeja di warung kopi atau cafe dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. Tgk. Muharuddin menilai, larangan itu sangat baik dalam penegakan syariat Islam di Aceh.
“Saya kira itu satu keputusan yang sangat bagus, mengingat konteks Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam. Artinya, beliau sebagai umara, ketika melihat kehidupan sehari-hari di Bireuen, dimana ada terjadinya penyimpangan, maka beliau memutuskan menerbitkan imbuan kepada masyarakat, agar tidak terjadi maksiat di cafe tersebut,” kata Ketua DPRA Tgk. Muharuddin.

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda