Home / ACEH / Warga Aceh Tolak Tambang Emas di ‘Daerah Sakral’

Warga Aceh Tolak Tambang Emas di ‘Daerah Sakral’

Zakaria, tokoh masyarakat Beutong Ateuh, Nagan Raya, Provinsi Aceh. (Foto: Istimewa/FJL)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, menolak operasi tambang yang dilakukan oleh PT Emas Mineral Murni (EMM).

Seperti diketahui, PT EMM akan melakukan eksploitasi tambang dengan luas 10 ribu hektar, atau hampir dua kali luas wilayah Kota Banda Aceh, dengan mencakup kawasan di dua kabupaten, yakni Nagan Raya dan Aceh Tengah.

Teungku Diwa Laksana, perwakilan masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh, dalam diskusi Izin Tambang Asing di Aceh dan Kewenangan Pemerintah Lokal, yang digagas Forum Jurnalis Peduli Lingkungan, menyuarakan penolakan tersebut.

Baca: Nasib Kawasan Ekosistem Leuser Kian Kritis

Yuk, Jalan-jalan ke Kawasan Ekosistem Leuser Via Google Earth

Dirinya mengatakan, masyarakat Beutong dengan tegas menolak tambang di wilayah mereka. Selain merusak lingkungan, wilayah yang dianggap sebagai daerah penuh sejarah Aceh itu, juga akan ikut rusak.

“Beutong Ateuh tempat perjuangan terakhir Cut Nyak Dhien, tempat para syuhada. Beutong juga kawasan paru2 dunia, yang kaya akan ekosistem, kami tidak mau itu rusak apalagi dirusak oleh pihak asing,” Kata Diwa Laksana, Jumat (28/9/2018).

Sementara itu, Zakaria yang juga tokoh masyarakat mengatakan hingga saat ini masyarakat tidak tau pasti kapan PT EMM masuk dan melakukan eksploitasi di wiayah tersebut, warga desa juga tidak mendapatkan informasi dari pemerintah, soal izin tambang yang sudah dikeluarkan.

Baca Juga: Tambang Emas Seluas 10 Ribu Hektare di Aceh Beroperasi?

Walhi Tolak Tambang Emas di Aceh

“Kami tidak tahu menahu aktifitas dan administrasi perusahaan asing tersebut,” ujarnyaya.

Saat ini, pihak perusahaan disebut-sebut sudah melakukan ekplositasi tambang dan berdampak pada penggusuran dua desa, yaitu Desa Blang Puuk dan Desa Blang Meurandeh.

Diperkirakan, jika 10 ribu hektar yang akan dieksploitasi, maka tiga desa lainnya juga akan berdampak pada penggusuran, yaitu Desa Kuta Teungoh, Babah Suak dan Desa Persiapan Pintu Angin.