Home / ACEH / Nyak Sandang Pamit, “Maklum kami orang kampung”

Nyak Sandang Pamit, “Maklum kami orang kampung”

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Nyak Sandang salah satu penyumbang pembelian pesawat untuk Indonesia yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia, hari ini berpamitan untuk kembali ke Aceh.

“Assalamualaikum, Nyak Sandang pamit kembali ke Aceh, kami sekeluarga mohon diri dan mohon maaf atas tindak tanduk kami yang kurang berkenan, maklum kami orang kampung,” tulis Koordinator ACT Aceh Jaya yang mendanpingi Nyak Sandang, Maturidi melalui pesan singkatnya. Jumat 6 April 2018.

Ia juga berterimakasih atas segala pelayanan yang sungguh luar biasa yang diterima oleh Nyak Sandang dari berbagai pihak.

“dan teristimewa, terimakasih Nyak Sandang kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,” sebut Maturidi.

Sebelumnya Nyak Sandang berkesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi dan juga Ketua DPR RI. Nyak Sandang juga baru-baru ini melakukan operasi mata di Jakarta.

Nama Nyak Sandang, belakangan ini terus mendapatkan sorotan publik, bahkan nama Nyak Sandang bermunculan di sejumlah pemberitaan media nasional. Nyak Sandang adalah orang yang ikut menyumbangkan hartanya kepada Presiden Soekarno untuk membeli pesawat pertama Indonesia.

Kisah tersebut bermuka saat Nyak Sandang berusia 23 tahun, bersama orang tuanya Nyak Sandang menjual sepetak tanah dan emas seberar 10 gram yang saat ini senilai Rp100. Dan diserahkan kepada negara Republik Indonesia untuk membeli pesawat.

Uang yang terkumpul dari rakyat Aceh tersebut digunakan oleh Presiden Sukarno untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.

Saat bertemu Presiden Jokowi di Istana, Nyak Sandang mengutarakan tiga harapannya, yang pertama ingin melakukan operasi katarak. Kedua, pendirian masjid di kampung halamannya di Lamno, Aceh Jaya dan Ketiga, ingin menunaikan ibadah haji.