Nyak Sandang saat menaiki tangga pesawat Seulawah RI-001 di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah
KLIKKABAR.COM – Kak..cepat kembali, ada Nyak Sandang dan rombongan berkunjung di Anjungan kita. Demikian pinta seorang teman bernama Cut Keumala yang menelpon saya untuk segera merapat dan kembali ke Anjungan Aceh pada pukul 13.24 WIB, hari ini Kamis 5 April 2018.
Saat itu saya sedang berada di gedung informasi TMII dalam rangka HUT TMII yang ke – 43 tanggal 20 April 2018. Melalui telpon dan pesan WhatsApp, seksi saya minta teman lainnya segera menerima tanpa harus menunggu instruksi dan kehadiran saya di Anjungan.
Sementara itu, saya dan seorang teman lainnya segera kembali ke anjungan untuk menyambut tamu terhormat Anjungan Pemerintah Aceh itu.
Nyak Sandang semua orang tahu kini, siapa dan apa perannya. Dialah saksi dan bukti sejarah perjalanan NKRI, pemilik bukti Obligasi tahun 1950 berupa Sumbangan Pembelian Pesawat Dakota Sulawah RI- 001 yang beritanya terus mewarnai Televisi dan harian tanah air.
Nyak Sandang, 91 tahun dan rombongan tiba di Anjungan Aceh pukul 13 24 WIB, dan langsung menuju lokasi parkir pesawat Seulawah RI -001.
Di badan pesawat yang tertulis sumbangan Rakyat Atjeh itu, Nyak Sandang berfoto dan terllihat sangat bahagia, bisa naik pesawat bersejarah, walau di dalam pesawat hawanya panas, Nyak Sandang tetap berbahagia, lagi pula para petugas yang berdinas di Anjungan Aceh selalu berusaha untuk merawat, memelihara pesawat yang menjadi identitas Anjungan Aceh itu, dengan ikhlas tanpa perduli apakah pesawat asli atau hanya replikanya saja.
Petugas tetap membersihkan debu kotor pesawat secara tradisional dengan hanya memakai deterjen pencuci dan membilasnya dengan air, pada hari penting seperti HUT TMII, Lebaran Idul Fitri dan Pekan liburan Sekolah pada setiap tahunnya.
Nyak Sandang dan rombongan yang terdiri dari 5 orang sesuai isian daftar buku tamu anjungan didampingi oleh anak bungsunya Maturidi, pendampingnya Khaidar serta sopir Fatur dan perawat Mbak Dewi dari Rumah Sakit yang menangani operasi matanya.
Dalam bincang-bincang dengan petugas yang menerimanya di Anjungan Aceh Nyak Sandang yang kami sapa dengan “Ayah” mengundang semua petugas Anjungan untuk makan Durian segar langsung dari batang di kebun kampung halaman Sang ” Ayah” di Lamno Kabupaten Aceh Jaya Propinsi Aceh.
“Ayah” senang bisa ke Anjungan Aceh dan berfoto bersama, bisiknya. Besok saya kembali ke Aceh… suasana pertemuan menjadi hening, dan kami pun para petugas, guide memberi sekedar oleh- oleh berupa baju kaos TMII dan sehelai Mukena untuk keluarga di kampung serta berdoa agar Sang “Ayah”selalu diberkahi umurnya dan Allah menjaganya dalam Ridha dan Rahmat, Kasih dan Sayang kepada hamba yang tanpa pamrih ini.
Selamat jalan Ayah Nyak Sandang Semoga bisa kembali ke Jakarta di hari HUT RI tahun 2018, nanti.
PENULIS: CUT PUTRI ALYANUR*
*(Kepala Anjungan Aceh di Taman Mini Indonesia Indah)
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan