Foto: Istimewa.
KLIKKABAR.COM, PIDIE JAYA – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Pidie masih memeriksa Ibnu AR (46), sopir Sempati Star BL 7552 AA yang mengalami tabrakan maut dengan pick up Kijang Super BL 8158 PE di kawasan Pantai Kuthang, Gampong Sagoe, Trienggadeng, Pidie Jaya, Jum’at (22/12).
Sementara itu, Mustaqim (27) yang sempat kritis akibat tabrakan, kini kondisinya mulai membaik. Bahkan, korban telah dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai dua Rumah Sakit Umum dr Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Mustaqim tercatat sebagai warga Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay), merupakan satu-satunya korban yang selamat dalam laka lantas tragis tersebut. Sedangkan enam rekannya yang berada dalam satu pikap meninggal dunia dalam insiden mengerikan itu.
Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK, Selasa (26/12) mengatakan, polisi masih intensif memeriksa sopir Sempati Star bernama Ibnu AR, warga Gampong Blang Paoh, Julok, Aceh Timur yang kini masih diamankan di Mapolres Pidie.
Menurutnya, hasil pemeriksaan sopir dan saksi mata bahwa saat kejadian bus Sempati Star melaju dengan kecepatan 50 hingga 60 kilometer per jam. Sopir bus tak sempat mengerem saat mengalami tabrakan dengan Kijang Super karena selang bus pecah setelah dihantam pick up. Akibatnya, rem bus tidak berfungsi sehingga pick up diseret bus sejauh 70 meter.
“Keterangan saksi saat tabrakan terjadi posisi Sempati Star masih di jalur kanan. Jadi, titik tabrakan di jalur bus. Kesimpulan awal bahwa penyebab tabrakan itu akibat Kijang lari ke kanan jalan setelah bannya meledak,” ujar AKBP Andy Nugraha.
Dijelaskan, dari keterangan saksi terhadap kronologis insiden maut itu, polisi belum memenuhi unsur untuk menetapkan sopir sebagai tersangka, baik dari unsur kelalaian belum terpenuhi. Pun demikian, lanjutnya, sopir bus masih tetap diperiksa polisi untuk melihat lebih jauh, apakah adanya unsur kelalaiannya.
“Saat ini, sopir masih di Mapolres Pidie. Unit Laka Satlantas Polres Pidie juga akan meminta keterangan pada Mustaqim yang informasinya kondisi korban telah membaik yang masih dirawat RSUZA Banda Aceh,” sebutnya.
Di sisi lain, kata Kapolres Andy, pick up Kijang Super yang tabrakan dengan Sempati Star itu kini telah diperiksa polisi kondisinya. Ternyata pengujian (kir) mobil Kijang Super itu telah mati sejak tahun 2015. Kijang Super itu keluaran tahun 1988 dan telah banyak dimodifikasi. Sedangkan ban Kijang tersebut masih layak digunakan, meskipun satu ban kanannya meledak yang menyebabkan tabrakan terjadi. Hasil pengecekan polisi tekanan udara keempat ban tersebut tidak sama.
“Saat kita melihat video yang sempat direkam salah satu korban bahwa Kijang itu melaju dengan kecepatan tinggi. Kijang itu sempat oleng-oleng akibat dipengaruhi oleh penumpang di belakang. Satu ban meletus karena tekanan ban tidak sama,” katanya.
Menurut Andy, Unit Laka juga akan memeriksa rem Kijang Super yang nantinya dilakukan Dinas Perhubungan Aceh. Sebab, di Polres Pidie tidak memiliki alat untuk memeriksa rem tersebut.
“Rencananya, kita bersama Dinas Perhubungan Aceh dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh akan turun ke Pidie Jaya untuk mengecek kondisi pick up, bus, dan lokasi kejadian,” demikian Kapolres Andy.
Sementara itu Keuchik Sagoe, Trienggadeng, Azhar Selasa (28/12) menjelaskan, saat ini kondisi Mustaqim mulai membaik. Korban yang kritis dan sebelumnya sempat dirawat di IGD RSUZA Banda Aceh, kini telah dipindahkan ke ruang ICU.
“Alhamdulillah, keadaan Mustaqim telah banyak perkembangan. Dia telah bisa tersenyum dan kenal siapa saja yang menjenguknya tapi belum bisa diajak bicara,” kata Keuchik Azhar.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Banda Aceh-Medan, kawasan Pantai Kuthang, Gampong Sagoi, Trienggadeng, Pidie Jaya, Jum’at (22/12) sekira pukul 10.30 WIB yang melibatkan Sempati Star BL 7522 AA dengan pick up Kijang Super BL 8158 PE.
Tabrakan maut itu menyebabkan enam pemuda di dalam pick up itu meninggal. Korban adalah Gatot Abubakar (24), Ismadi Nurdin alias Ismed (31), Mansur Nasron (37), Fandi Saifuddin (25), Asri Tgk Imum Gade (25), dan Irfandi Mahdi (19). Adapun Mustaqim (27), merupakan satu-satunya korban yang kritis dan saat ini masih dirawat di RSUZA Banda Aceh. (Serambi)
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan