Home / ACEH / Puluhan Rumah Warga Kuala Bugak Nyaris Amblas ke Laut

Puluhan Rumah Warga Kuala Bugak Nyaris Amblas ke Laut

 

Abrasi yang melanda Desa Kuala Bugak, Kec. Peureulak, Kab. Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Puluhan rumah warga di Desa Kuala Bugak, Kec. Peureulak, Kab. Aceh Timur, nyaris amblas ke laut akibat parahnya abrasi yang melanda kawasan tersebut.

Amatan Klikkabar.com di lokasi, puluhan rumah warga yang mendiami pesisir pantai timur Aceh itu kini hanya terpaut beberapa meter saja dari sapuan ombak. Warga hanya bisa pasrah dan cuma mengandalkan goni tanah seadanya yang dijadikan sebagai penghadang saat air pasang tiba.

Keuchik Desa Kuala Bugak, Fauzi, saat diwawancarai mengaku, abrasi yang terjadi di desanya tergolong sangat parah. Setiap tahunnya, wilayah yang terkenal sebagai salah satu daerah penghasil udang windu berkualitas itu, dikatakan Fauzi selalu kehilangan luas wilayahnya.

Konon, beberapa penduduk disana juga mengatakan, hampir satu kilometer wilayah Kuala Bugak telah berubah menjadi lautan. Hal itu disebabkan oleh abrasi yang terus menerus terjadi sejak puluhan tahun silam.

Bahkan, air laut kerap naik ke daratan hingga merendam puluhan rumah warga yang ada disana terutama saat tiba air pasang purnama.

“Tahun ini saja (2017_red), abrasi telah mengikis hampir delapan meter tanah desa. Masalah ini telah beberapa kali kami usulkan pada Pemerintah Aceh agar dibangun batu pemecah ombak supaya penduduk merasa aman dan tidak terancam kehilangan tempat tinggal mereka,” kata Fauzi kepada Klikkabar.com, Minggu, 10 Desember 2017.

Abrasi yang melanda Desa Kuala Bugak, Kec. Peureulak, Kab. Aceh Timur. (Zamzami Ali/Klikkabar)

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, Kuala Bugak yang saat ini didiami hampir 950 jiwa penduduk itu sangat membutuhkan perhatian secepatnya dari pemerintah.

Garis pantai Kuala Bugak yang saat ini terus dikikis oleh abrasi dan membutuhkan pembangunan batu pemecah ombak ditaksir mencapai 4 kilometer.

Saat disinggung mengenai tanggapan dari Pemkab Aceh Timur, Fauzi mengaku bahwa anggaran kabupaten tidak mencukupi biaya pembangunan batu pemecah ombak yang memakan biaya lumayan besar.

Di tingkat Musrembang Kecamatan saja, usulan pembangunan batu pemecah ombak yang sangat diidam-idamkan masyarakat Kuala Bugak itu, tidak disetujui lantaran anggaran biaya yang dibutuhkan terlalu tinggi.

“Sekitar 50 unit rumah warga saat ini cuma terpaut 2 atau 3 meter saja dari sapuan air laut. Pemerintah harus segera turun tangan. Jika hal ini terus dibiarkan, bisa saja suatu saat desa kami akan hilang selamanya dari daratan,” kata Fauzi.