Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tu Bulqaini. (Foto: Muzakir MK/Klikkabar)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Forum Konsolidasi Ulama, LSM dan Masyarakat Aceh Peduli Rohingnya melakukan diskusi bersama terkait dengan nasib yang selama ini dirasakan oleh warga Rohingya, di Myanmar.
Diskusi ini berlangsung di Kantor MPU Aceh, Banda Aceh, Jumat, 8 September 2017.
Dalam diskusi bersama itu, turut diikuti oleh sejumlah peserta yang terdiri dari Ulama, LSM, OKP, serta perwakilan mahasiwa dari perguruan tinggi di Aceh.
Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali mengatakan bahwa acara diskusi bersama tersebut merupakan sebuah gagasan yang digagas oleh beberapa pihak supaya lahir sebuah solusi untuk membantu warga etnis Rohingya.
“Acara ini bukan diadakan oleh MPU Aceh, akan tetapi sebuah pikiran yang ajak oleh beberapa teman- teman untuk ada sebuah solusi dalam membantu Warga Rohingya, cuma fasilitasnya disediakan oleh MPU,” katanya.
Dalam diskusi itu, Sekjend Huda Tu Bulqaini mengatakan bahwa dia sangat setuju jika ada yang ingin melakukan jihad ke negara Myanmar.
“Saya sendiri sangat setuju, jika ada yang ingin berjihad ke sana, akan tetapi kita harus pertimbangkan juga, dengan kehadiran kita ke sana apa bisa meringankan beban mareka atau menambahkan beban untuk mereka,” ujar Sekjend Huda.
Sedangkan Ketua PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad mengambil sisi lain dalam menanggapi hal tersebut, Ia mengajak beberapa pihak untuk mendesak Pemerintah Myanmar untuk mengakui Etnis Rohingnya sebagai warga negaranya.
“Boleh saja kita mengumpulkan sejumlah dana untuk membantu mereka, akan tetapi yang lebih penting bagaimana kita mendesak pemerintah Myanmar untuk bisa mengakui etnis Rohingya sebagai warga negaranya,” ujar Tuanku.
Dikarenanya, dikatakan Tuanku yang bahwa mereka selama ini, selain mendapat berbagai penbantaan dan siksaan juga yang tidak mendapat pengakuan dari pemerintah Myanmar sebagai warga Negara. []
REPORTER : IKHSAN
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
