Home / ACEH / PASS Minta Aceh Singkil Fokus pada Pembangunan

PASS Minta Aceh Singkil Fokus pada Pembangunan

IST

KLIKKABAR.COM, ACEH SINGKIL – Ketua Dewan Pembina Pemuda Aceh Singkil – Subulussalam (PASS), M Hadi Nainggolan meminta Pemerintah Aceh Singkil di bawah kepemimpinan Dulmusrid – Sazali harus fokus pada pembangunan yang berkesinambungan.

Dikatakannya, jika Aceh Singkil mau keluar dari posisi daerah tertinggal harus menerapkan pembangunan mulai dari infrastruktur dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat.

“Hal ini penting, melihat perjalanan panjang Kabupaten Aceh Singkil selama 18 tahun saat ini belum bisa menampakkan ‘wajah indahnya’ kepada publik luas,” ujar M Hadi dalam rilisnya, Jum’at 8 September 2017.

Ia mengatakan, setidaknya ada lima fokus yang mesti menjadi konsen Pemerintah Aceh Singkil. Ia menyebutkan, pertama ialah SDM Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurutnya, Sumber Daya Manusia adalah hal yang utama dalam membangun apa saja di dunia ini. Apalagi dalam pemerintah yang konsepnya kerjanya adalah pelayanan Masyarakat.

“Jika kita ingin memberikan pelayanan prima bagi masyarakat, maka SDM PNS yang melayani masyarakat harus terlebih dahulu dirubah mindset dan kompetensinya. PNS adalah Fondasi utama dalam memajukan pembangunan dan pelayan prima di Aceh Singkil.” Katanya.

Kemudian pada Pariwisata, konsep pengembangan pariwisata, kata dia, itu dasarnya adalah ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal Aceh Singkil harus bisa menciptakan strategi low budget high impact dalam membangun kekuatan sektor pariwisatanya.
Bagaimana menggerakan banyak pihak agar objek pariwisata Aceh Singkil bisa dibangun bersama-sama serta mampu melibatkan pihak swasta profesional.

Apalagi, potensi wisata Pulau Banyak dan Rawa Singkil memiliki peluang besar menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.

“Pulau Banyak itu satu level dengan Maldives dan Rawa Singkil itu the little Amazon from Indonesia,” pungkasnya.

Dari segi Perkebunan, lanjut Hadi, salah satu komoditi andalan Aceh Singkil ialah kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit bisa menjadi kekuatan Aceh Singkil.

“Masyarakat harus berfikir bagaimana perkebunan kelapa sawit ini tidak lagi hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar atau segelintir orang saja, tapi bagaimana pemerintah Aceh Singkil dapat mendistribusikan lahan-lahan yang masih dimiliki oleh pemerintah, atau HGU yang sudah tidak diperpanjang lagi bisa menjadi milik rakyat,” jelas dia.

Ia menyontohkan, kalau saja 40% penduduk Aceh Singkil bisa memiliki dua sampai lima hektar perkebunan kelapa sawit per keluarga, itu artinya angka kemiskinan dan gini rasio Aceh Singkil akan turun secara signifikan.

Pada sektor perikanan dari laut Aceh Singkil sudah tidak diragukan lagi. Bahkan kawasan bahari Aceh Singkil selalu menjadi ladang pencurian ikan dari para nelayan dari luar negeri.

“Limpahan aneka ikan yang sudah diberikan Tuhan kepada Aceh Singkil mesti harus dikelola dengan konsep yang benar,” kata Hadi. []