Ilustrasi @youtube
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pembunuhan massal secara brutal dan keji, yang dialami penduduk sipil Rohingya di Rakhine membuktikan bahwa di abad modern ini pun prilaku primitive dan Vandalism masih berlangsung di muka bumi ini.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum DPP Generasi Muda (GEMA) Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi dalam rilisnya, Sabtu, 2 September 2017.
Dikatakannya, Aung San Suu Kyi sebagai ikon gerakan Pro Demokrasi melawan rezim Junta Militer Myanmar, yang kemudian memperoleh Nobel Perdamaian, yang hari ini memiliki kekuasaan di pemerintahan Myanmar, seharusnya dapat mengambil peran konkret menyudahi aksi genosida di Rakhine.
“Diam nya Suu Kyi tentu tak ayal membuat kita semua, termasuk sejumlah tokoh dunia, juga para peraih Nobel seperti Desmon Tutu, Malala Yousafzai dan lain lain sangat kecewa,” kata Nawawi.
“Terlepas apapun agama kita, juga indikasi adanya kepentingan geopolitik, ekonomi dan lainnya, kekerasan yang dialami warga Rohingya di Rakhine Myanmar sudah mengoyak nilai nilai kemanusiaan kita.”
Untuk itu, tambah Nawawi lagi, pihaknya meminta Pemerintah RI untuk segara mengambil langkah cepat dan tegas menekan Pemerintah Myanmar melalui jalur ASEAN dan PBB untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan peganiayaan terhadap warga Rohingya.
Menurutnya, pembiaran atas tindakan brutal tentara Pemerintah Myanmar juga kelompok radikal agama di sana, dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap keberlangsungan hidup Suku Rohingya di muka bumi.
“Konflik inipun tidak menutup kemungkinan mengganggu situasi dan kondisi keamanan kawasan Asean, Asia bahkan dunia,” pungkasnya. []
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
