Home / ACEH / Mendagri Sebut Anggaran untuk Desa Sudah Luar Biasa

Mendagri Sebut Anggaran untuk Desa Sudah Luar Biasa

Mendagri menabuh Rapai bersama Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah | Foto : acehimage.com

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan strategi pemerintah membangun Indonesia salah satunya adalah memulai dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Hal tersebut merupakan butir ketiga program Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Pak Jokowi dengan Nawa Cita, lima tahun ini akan percepat proses membangun dari pinggiran, berarti desa. Dua tahun selesaikan perbatasan, empat tahun bangun pertahanan NKRI mulai Natuna hingga Morotai,” kata Tjahjo, belum lama ini.

Terkait pembangunan desa, dia menyatakan, pada 2018 bantuan pemerintah pusat untuk desa hampir Rp 2 miliar setahun.

“Pak Jokowi janji tiap tahun dana desa ditingkatkan untuk percepat proses pembangunan desa. Belum dari pemerintah daerah dan kementerian, bisa sampai Rp 4-5 miliar (per tahun),” ujarnya.

“Anggaran buat desa luar biasa. Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) membangun, memperkuat aparatur perangkat desa agar mampu menyusun struktur anggaran desa, menggerakkan serta mengorganisir masyarakat desa.”

Tjahjo mengingatkan, poros pemerintahan itu dari presiden hingga kepala desa (kades). Setiap kades, lanjutnya, harus menjalankan kebijakan politik pembangunan bupati terpilih.

Masih kata Tjahjo, seorang bupati juga sepatutnya mengimplementasikan program gubernur. “Gubernur jalankan program presiden,” ucapnya.

Dia berharap agar proyek-proyek pembangunan desa tidak diborong swasta sepenuhnya. Dia juga mendorong perangkat desa, termasuk pemda agar berani berinovasi.

“Harus punya imajinasi, bayang-bayang apa yang mau dibangun, disumbangkan untuk desa dan daerah,” kata mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.

Rapimnas mengangkat tema “Dengan Semangat Rapimnas PPDI Kita Wujudkan NKRI Harga Mati”.

Turut hadir di antaranya Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono, Gubernur Jatim Soekarwo, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo serta Ketua Umum PPDI Mujito beserta jajaran.

“Kami dukung program Nawa Cita Pak Jokowi dam Pak JK yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” kata Soekarwo.