IST
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang kaget dengan laporan yang disampaikan oleh anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma) terkait permasalahan sisa korban Tsunami Aceh 2004 yang belum mendapatkan rumah bantuan dan baru-baru ini digusur oleh Pemerintah Aceh Besar.
“Seharusnya pemerintah Daerah jangan begitu, jangan main gusur saja tanpa adanya solusi yang terbaik bagi korban,” ungkap Oesman Sapta Odang atau yang lebih akrab disapa OSO saat menerima kunjungan Haji Uma di Jakarta, Senin, 8 Mei 2017.
“Saya heran kenapa sudah 12 tahun lebih Tsunami terjadi masih ada korban yang belum mendapatkan rumah bantuan, padahal dana bantuan yang disumbangkan oleh masyarakat dunia sangat luar biasa,” katanya lagi.
Ketua DPD RI langsung mendisposisi surat yang disampaikan oleh Haji Uma kepada Kementerian Sosial melalui PURT DPD RI bersifat segera.
Haji Uma juga menyampaikan akibat penggusuran tersebut salah satu korban atas nama Berlin Silalahi telah mengajukan euthanasia atau yang lebih dikenal mengakhiri hidup dengan meminimalkan rasa sakit.
“Keputusan yang diambil oleh korban mengajukan Euthanasia merupakan tamparan keras bagi pemerintah akan ketidakmampuan pemerintah terhadap nasib yang dialami korban, oleh karena itu kita wajib mencari solusi dalam menyelesaikan masalah ini sampai tuntas,” ungkap Haji Uma.
Untuk mencari solusi yang terbaik, DPD RI akan segera memanggil pihak Kementerian Sosial untuk menyelesaikan masalah yang dialami oleh sisa korban Tsunami Aceh 2004 yang saat ini ditampung sementara di kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di jalan pelangi no.88 Kampung Kramat Banda Aceh.(rel)
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
