
KLIKKABAR.COM, BIREUEN- Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma berkunjung ke Polsek Jeunib, Bireun, Jum’at, 12 Mei 2017. Kunjungan tersebut didasari rasa keprihatinan lebih jauh Haji Uma terhadap kasus pembacokan yang terjadi di Jeunib, Kabupaten Bireuen, Senin, 8 Mei 2017 lalu.
Menurut Haji Uma, sedianya beliau berencana mengunjungi korban di RSUD Dr. Fauziah Bireuen. Namun informasi yang didapat, korban telah dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk perawatan lebih lanjut akibat luka serius yang dialaminya. Selanjutnya, Haji Uma yang dikenal masyarakat luas sebagai sosok yang tegas itu berinisiatif mengunjungi Polsek Jeunib untuk mengetahui lebih lanjut duduk persoalan dan kronologis serta motif kejadian.
Kedatangan Haji Uma di Polsek Jeunib disambut petugas kepolisian yang membantu memberikan informasi terkait hasil penyidikan kepolisian dan perkembangannya. Dari keterangan yang diperoleh, kasus ini masih dalam pengembangan dan sedang didalami oleh Polres Bireuen.
Sejauh ini tersangka masih terus diperiksa dan polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi serta pengumpulan alat bukti, tinggal parang yang digunakan pelaku yang belum ditemukan dan masih dicari polisi.
Kepada Haji Uma, petugas kepolisian Polsek Jeunib juga menerangkan bahwa polisi juga tengah mendalami kondisi phisikologis pelaku, karena ada dugaan pelaku mengalami gangguan jiwa.
Dalam kesempatan tersebut, Haji uma mendukung dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Mapolres Bireuen untuk tindak lanjut proses pengembangan hukum terhadap kasus ini.
Sebagaimana diberitakan, M. Ali (42) menjadi korban pembacokan brutal yang dilakukan oleh tetangganya sendiri Helmi (45) di Gampong Tanjong Bungong, Kecamatan Jeunib, Kabupaten Bireuen.
Akibatnya, korban mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya. Kondisi korban kritis sehingga harus di rujuk untuk perawatan lebih lanjut dan intensif di RSUZA Banda Aceh.
Menurut kabar yang diperoleh Klikkabar.com, pelaku sudah 2 kali melakukan perbuatan serupa dimana sebelumnya juga melakukan penusukan terhadap warga.
Dalam kasus pembacokan ini, pelaku mengaku bahwa korban sering memarahi ayah pelaku hingga ayahnya kemudian meninggal dunia.
Hal ini menurut polisi hanya halusinasi pelaku yang kemudian mencari dan membacok korban. Pelaku juga diketahui pernah di Malaysia sebelumnya.
Sehingga polisi juga mendalami adanya kemungkinan gangguang jiwa yang dialami pelaku atau faktor lain, seperti faktor pengaruh narkoba.
REPORTER : ZAMZAMI ALI
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
