Produk UMKM (IST)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Sekdakota Banda Aceh Ir Bahagia DiplSE mengatakan Pemko Banda Aceh sangat konsisten dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan Produk Unggulan Daerah/Lokal (PUD) yang bernilai dan bisa bersaing dengan produk-produk dari daerah lainnya.
Hal tersebut dikatakan Bahagia saat membuka acara kegiatan pemetaan produk-produk UMKM Lokal menjadi Produk Unggulan Daerah (PUD) yang bersertifikasi One Produk One Village (OVOP) di Aula Lantai IV Balaikota Banda Aceh, Rabu, 5 April 2017.
“Gerakan One Village One Product (OVOP) merupakan program yang dicetuskan pertama kali oleh Jepang pada tahun 1979. Program tersebut terbukti berhasil sebagai program pengembangan ekonomi regional dimana produk-produk lokal tersebut pada akhirnya berhasil menjadi produk unggulan daerah bahkan menjadi produk nasional dan mampu bersaing di pasar global,” kata Bahagia.
Ia mengatakan, gerakan ini juga telah terbukti sebagai alat yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, dinamisme ekonomi gampong, peningkatan pendapatan daerah dan solidaritas sosial dengan menciptakan produk yang unik dan produk nilai tambah.
Lanjutnya, dampak-dampak positif tersebutlah yang juga ingin dicapai dengan menerapkan program OVOP di Indonesia termasuk di Kota Banda Aceh.
“Namun demikian, pengembangan produk lokal melalui OVOP juga memerlukan perhatian dan pembinaan serius dengan komitmen yang jelas dari semua pihak khususnya para pelaku UMKM,” ujar Sekda.
Ada beberapa hal yang akan dilakukan pembinaan oleh Ovop dan Pemko terhadap UMKM, mulai dari pemeliharaan kualitas produk agar sesuai standar, packaging yang menjual, serta syarat-syarat yang dibutuhkan untuk sebuah produk yang baik.
“Dengan demikian, produk lokal di Banda Aceh dapat menjadi produk yang bersaing dengan produk dari daerah maupun negara lainnya. Hal ini dapat kita lakukan terlebih dengan berbagai peluang melalui program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tutup Sekda.(rel)
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan