Kru sedang mengecek mesin pesawat di Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu, 25 Maret 2017. Pesawat militer milik AU Amerika Serikat ini mendarat darurat di Bandara tersebut Jum’at kemarin. (Muhammad Fadhil/Klikabar)
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH- Sebanyak 12 awak pesawat militer Amerika Serikat yang mendarat darurat di Aceh Besar, Aceh, diizinkan untuk meninggalkan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang. Meski begitu, mereka dilarang untuk keluar dari hotel tempat mereka diinapkan.
(TNI AU meralat data sebelumnya yang menyebut 20 awak pesawat militer AS di Aceh diizinkan meninggalkan bandara Sultan Iskandar Muda. Data yang benar adalah hanya 12 awak yang boleh meninggalkan bandara, karena 8 lainnya tak membawa paspor)
Menurut Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Imigrasi. Untuk 8 kru yang tak membawa paspor, maka tak boleh meninggalkan bandara.
“Hasil koordinasi dengan Kedubes AS dengan Imigrasi, diizinkan untuk menginap di hotel,” ungkap Jemi saat, Sabtu 25 Maret 2017 dini hari.
Jemi tak menyebut di hotel mana seluruh awak pesawat yang merupakan personel militer AS tersebut menginap. Hanya saja ia memastikan, 12 kru pesawat berjenis Boeing 707 itu tidak diperkenankan untuk meninggalkan hotel. “Tidak boleh keluar dari hotel, pasukannya dengan crew jumlahnya 12 orang,” ujar Jemi.
Pesawat ini diketahui mengalami kerusakan mesin saat melintas di wilayah udara Aceh dalam penerbangannya dari Pulau Diego Garcia di Samudera Hindia. Jemi menyatakan, saat ini tim dari AS tengah menuju Indonesia untuk memperbaiki pesawat agar para kru bisa kembali melanjutkan perjalanan. “Pesawat Boeing 707 ada kerusakan mesin di nomor 4. (Saat ini) sedang menunggu tim recovery,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat militer AS yang dipiloti oleh Joshua Bosworth tersebut mendarat darurat di Bandara SIN karena satu mesinnya tiba-tiba terbakar, Jumat (24/3) siang. Mereka sempat meminta izin mendarat di rumput bandara namun akhirnya landing di runaway.
Sejumlah mobil kebakaran dikerahkan ke lokasi dan satu per satu kru dievakuasi dari dalam pesawat. Pendaratan darurat ini tidak mengganggu jadwal perjalanan lain karena saat kejadian, Bandara SIM tengah sepi penerbangan.
“Alhamdulillah, landing tadi tidak masalah,” kata Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel (Pnb) Suliono, Jumat 24 Maret 2017, mengutip detik.com.
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan