Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim berharap para kyai dan santri pesantren istiqamah dalam dakwah yang menenangkan dan menyejukkan umat. Menurutnya, dinamika media sosial saat ini demikian hebat sehingga pertukaran informasi sangat cepat. Ironisnya, tidak sedikit ujaran yang beredar justru penuh cacian, hinaan, ungkapan kemarahan, dan menyebarkan kebencian.
Menag mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk meneduhkan umat dengan dakwah yang menyejukkan bukan menyesatkan, kesantunan bukan kesombongan, menghargai perbedaan pendapat bukan memaksakan. Dengan begitu, Menag berharap akan terbangun situasi dan kondisi yang damai, tenteram, dan akur.
“Kita jangan mudah terprovokasi, jangan sembarangan untuk men-share informasi yang belum diketahui kebenarannya, berhati-hatilah dalam bertutur kata, bermedia sosial, dan berperilaku,” tegas Menag Lukman di hadapan ribuan santri dan wali santri yang hadir pada Kesyukuran 64 Tahun Ponpes Al Amien, Prenduan, Sumenep-Madura, Senin 14 November 2016.
Menurut Menag, pesantren kaya akan nilai dan budaya hidup. Nilai persaudaraan dan gotong-royong mewujud dalam keseharian para santri, menjadi kekuatan tersendiri dalam menimba ilmu dan mengaji. Santri diajari berbagai disiplin ilmu, sehingga tidak picik dan berwawasan sempit. Santri juga dilatih untuk saling membantu antar sesama.
“Budaya semacam ini sangat tepat untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa secara luas,” ujar Lukman Hak seperti dikutip dari laman Kementerian Ahama RI. []
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
