Home / BERITA TERBARU / KPI Minta Media Hentikan Siaran Langsung Kerusuhan Ibukota

KPI Minta Media Hentikan Siaran Langsung Kerusuhan Ibukota

Ilustrasi (Foto: Detik)

Ilustrasi (Foto: Detik)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah di Ibukota membuat sejumlah media massa televisi menyiarkan secara langsung peristiwa tersebut. Akan tetapi siaran langsung televisi tentang peristiwa kerusuhan sebenarnya bisa memiliki dampak negatif bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan anggota KPI Pusat, Yuliandre Darwis Sabtu, 5 November 2016.

“Yth.Direktur TV/Pemred. Sehubungan kondisi sudah mulai mereda. Namun ada beberapa wilayah yang bisa memancing panas apabila dipaksakan me-live keadaan tersebut. Untuk sementara, Mohon berkenan membantu untuk kembali ke program utama masing-masing. Namun report di lapangan tidak masalah satu per satu diinfo bukan roll berita. Mohon berita kerusakan ditahan dulu. Sama-sama kita buat kesejukan negeri ini.Semoga kata hati kita semua sama. Apabila Presiden RI Presscon. Kembali semua live secara bersama kembali,” kata Yuliane dalam rilisnya.

Memang saat ini kondisi di sekitar Monas dan Jalan Medan Merdeka sudah berangsur normal. Begitupun massa yang sempat memanas di lokasi tersebut sudah kembali ke rumah masing-masing dan ada juga yang memutuskan menginap di DPR.

Namun, kericuhan sempat terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara dan Luar Batang, Tanjung Priok. Sejumlah massa tak dikenal terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas karena massa berlaku anarkis.**(Rimanews)

Apa Komentar Anda?

komentar