Ilustrasi.
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pasca penetapan calon kepala daerah oleh KIP, setiap kandidat baik gubernur, bupati dan walikota terus melakukan sosialiasi guna mencari dukungan agar dipiliha pada Pilkada 2017 mendatang.
Namun pada tahapan proses Pilkada saat ini, pesta akbar demokrasi di Aceh mulai tercoreng alias cacat akibat penrusakan atribut partai oleh tim sukses salah satu kandidat calon Gubernur.
Peristiwa yang tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi tersebut terjadi di Kabupaten Pidie, tepatnya di Kecamatan Kembang Tanjong, pada Rabu sore 2 November 2016. (Baca : Bendera Partai Aceh Dibakar Massa, Baliho Irwandi-Nova Rusak di Pidie).
Menanggapi hal tersebut, Rakan Mualem Pusat mengutuk keras aksi main hakin sendiri atau aksi pengrusakan atribut partai yang dimainkan oleh tim sukses salah satu kontestan calon Gubernur Aceh.
“Sangat memilukan, karna semua pihak mengharapkan Pilkada Aceh kali ini berjalan dengan aman dan damai agar mampu melahirkan pemimpin terbaik Aceh kedepan,” ujar Ketua Rakan Mualem Pusat, Muzakir kepada Klikkabar.com, Rabu malam, 2 November 2016.
“Saya berharap pihak kepolisian Aceh harus sigap dalam menanggapi persoalan ini. Pihak kepolisian harus tegas dalam menegakkan hukum, polisi harus menangkap pelaku pengrusakan dan diproses secara hukum yang berlaku, agar persoalan-persoalan seperti ini tidak terulang lagi kedepannya,” tambah Muzakir.
Ia menambahkan, pihak keamanan, dalam hal ini polisi, harus mampu mengusut tuntas pelaku provokator dan pengrusakan atribut partai, serta mengadili sesuai hukum yang berlaku.
“Pertanyaan nya apakah polisi berani memproses pelaku pengrusakan tersebut? Kita semua berharap polisi harus tegas dan tetap melakukan proses hukum yang berlaku di negara ini,” tegasnya.
“Mari kita ciptakan pemilu damai, mari kita sukseskan pemilu tahun 2017 ini dengan aman. Stop anarkisme dalam proses pemilu Aceh,” tutupnya. []
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan
